10 Cara Memaksimalkan Penyimpanan di Lemari Pakaian 3 Pintu

Kebutuhan penyimpanan yang melimpah di dalam rumah perlu diakomodasi dengan aneka penyimpanan yang memadai. Lemari pakaian 3 pintu memiliki kapasitas penyimpanan yang besar. Namun jika Anda tidak berhasil memanfaatkannya dengan baik, maka lemari pakaian 3 pintu belum tentu dapat berfungsi dengan optimal.

Ruang-ruang penyimpanan yang tersedia dalam lemari pakaian 3 pintu dapat dimaksimalkan dengan beberapa cara berikut. Apabila kapasitas lemari pakaian 3 pintu yang sebegitu besar belum cukup menampung barang-barang yang Anda miliki, cara ini juga dapat menyediakan space tambahan di dalam lemari.

Bagaimana sistem penyimpanan yang tepat untuk lemari pakaian 3 pintu? Mari simak penjelasan berikut ini!

1. Kelompokkan jenis pakaian

Pakaian dan barang-barang yang Anda miliki sebaiknya terlebih dahulu dipisahkan berdasarkan jenis dan kegunaannya sebelum disimpan dalam lemari pakaian 3 pintu. Pisahkan kemeja, kaos, jaket, dan celana dalam kompartemennya masing-masing.

Jika ingin memudahkan proses pengelompokan pakaian, kosongkanlah terlebih dahulu isi lemari pakaian 3 pintu milik Anda. Letakkan semua pakaian dalam satu tumpukan besar, kemudian pilahlah berdasarkan jenisnya. Pengelompokan pakaian berdasarkan jenis bahan juga dapat dilakukan pada lemari pakaian 3 pintu guna menjaga kualitas dari pakaian tersebut.

2. Buat ruang penyimpanan baru dengan ambalan

Terkadang kompartemen penyimpanan yang terpasang pada lemari pakaian 3 pintu belum terbagi sesuai dengan kebutuhan Anda. Jarak antar rak sering kali terlalu jauh sehingga membuat Anda menyusun baju secara vertikal dalam tumpukan tinggi.

Penyusunan pakaian seperti ini sebaiknya dihindari karena gampang membuat isi lemari pakaian berantakan. Ciptakanlah kompartemen tambahan pada lemari pakaian 3 pintu dengan memasang ambalan baru di antara dua rak tersebut.

Siasat seperti ini juga dapat membantu Anda membagi jenis barang dengan lebih spesifik, setiap rak pada lemari pakaian 3 pintu jadi bisa diisi dengan jenis pakaian yang berbeda.

3. Gunakan shelf divider

Bilamana susunan pakaian belum juga terlihat rapi, di dalam rak lemari pakaian 3 pintu, Anda bisa menempatkan shelf divider. Tidak hanya menjaga kerapian tumpukan baju, alat ini juga memungkinkan Anda membuat tiga susun pakaian di dalam satu rak lemari pakaian. Sistem penyimpanan semacam ini dapat membantu memisahkan pakaian saat lemari pakaian 3 pintu digunakan secara bersama-sama.

4. Lipat pakaian secara vertikal

Selain rak, isi lemari pakaian 3 pintu biasanya juga tersusun atas laci-laci penyimpanan. Ketimbang menyimpan pakaian dengan menumpuknya ke atas, ruang di dalam laci penyimpanan dapat dimaksimalkan dengan cara melipat pakaian secara vertikal. Pakaian dilipat kecil lalu disimpan dalam laci secara sejajar, saling berhadapan satu sama lain.

Jika terdapat pakaian atau bahan yang cukup panjang, Anda bisa melipatnya ke dalam gulungan kecil. Sistem penyimpanan seperti ini tidak hanya memaksimalkan ruang penyimpanan, namun juga memudahkan Anda mencari pakaian dan menjaga kerapian di dalam lemari pakaian 3 pintu.

5. Gantung dua pakaian sekaligus

Selain diletakkan di dalam rak lemari pakaian 3 pintu, pakaian juga bisa disimpan di rak gantung. Beberapa jenis pakaian seperti kemeja, celana panjang, gaun, jas, jaket, dan mantel memang sebaiknya digantung untuk menjaga kondisinya tetap awet.

Gunakanlah jenis gantungan baju yang dapat mempertahankan bentuk asli dari pakaian seperti gantungan kayu atau plastik, dan hindari penggunaan gantungan baju yang terbuat dari kawat.

Namun, menggantung pakaian berbahan tebal justru dapat menghabiskan ruang penyimpanan di dalam lemari pakaian 3 pintu. Oleh sebab itu, sebaiknya gantunglah pakaian-pakaian berbahan tipis dalam area gantung lemari pakaian 3 pintu.

Pakaian bisa lebih banyak disimpan dalam area gantung lemari pakaian 3 pintu dengan memanfaatkan mutitier hanger yang menyediakan dua buah gantungan untuk pakaian.

6. Manfaatkan kotak penyimpanan

Jika pakaian berhasil disimpan dengan rapi di dalam lemari pakaian 3 pintu, lalu bagaimana dengan aksesoris, seperti syal, selimut, kain, dan barang-barang kecil lainya?

Manfaatkanlah boks penyimpanan berbahan transparan untuk menyimpan barang-barang miscellaneous agar tidak tercecer di dalam lemari pakaian 3 pintu. Barang-barang kecil yang hanya digunakan dalam waktu-waktu tertentu saja juga dapat ditempatkan di dalam boks. Boks tersebut kemudian dapat ditempatkan di bagian atas lemari pakaian 3 pintu.

Sekalipun Anda tidak memiliki boks transparan, Anda bisa mengolah boks sepatu dan kardus yang ada di rumah untuk menyimpan barang-barang ini, berilah label di bagian depan sehingga Anda bisa lebih mudah mencarinya nanti.

7. Maksimalkan bagian bawah lemari pakaian 3 pintu

Seringkali Anda bingung di mana tempat untuk memajang koleksi tas Anda. Bagian bawah lemari pakaian 3 pintu dapat dimaksimalkan sebagai lemari tas untuk menyimpan tas dan aksesoris lainnya.

Jika khawatir tas jadi gampang kotor akibat debu dari bagian atas lemari pakaian 3 pintu, gunakanlah rak ringan yang terbuat dari plastik atau bahan. Tas yang disimpan di bagian dasar lemari pakaian 3 pintu akan lebih mudah diambil dan diletakkan kembali sehingga terhindar dari goresan sebagaimana jika ditempatkan di rak bagian atas.

8. Gantung sepatu dan aksesoris pada pintu lemari

Tidak hanya rak-rak yang tersusun di dalam lemari pakaian 3 pintu saja yang dapat difungsikan sebagai tempat penyimpanan. Ruang sisi dalam pintu lemari pakaian 3 pintu dapat dimanfaatkan untuk menggantung sepatu, ikat pinggang, syal, dan dasi.

Gunakanlah organizer dinding yang terdiri dari banyak kantung untuk menyimpan beragam pernak-pernik ini. Dengan begitu, Anda bisa dengan bebas untuk menyimpan berbagai pasang sepatu tanpa membuat lemari pakaian 3 pintu terlihat tidak teratur dan berantakan.

9. Donasikan barang-barang tidak terpakai

Coba tanyakan kembali pada diri Anda, apakah barang-barang yang Anda miliki dalam lemari pakaian 3 pintu perlu untuk terus untuk disimpan, sekalipun sudah tidak lagi digunakan, bahkan banyak barang bekas yang berada dalam kondisi rusak.

51 persen barang-barang yang terdapat di dalam lemari pakaian seseorang merupakai barang yang tidak lagi digunakan. Dari 27 pasang sepatu yang dimiliki oleh seorang wanita, hanya empat pasang saja yang sering digunakan.

Anda tidak ingin ruang penyimpanan yang tersedia dalam lemari penyimpanan disia-siakan begitu saja, bukan? Oleh sebab itu, penting sekali untuk memutuskan barang apa saja yang masih dan yang tidak dapat disimpan di dalam lemari penyimpanan. Untuk barang-barang yang tidak lagi diprioritaskan di lemari pakaian 3 pintu, Anda dapat mendonasikannya atau menjualnya lagi ke toko loak.

10. Susun pakaian berdasarkan teknik LIFO dan FIFO

Kini saatnya Anda menjaga sistem penyimpanan dalam lemari pakaian 3 pintu tetap rapi dan teratur. Anda bisa menerapkan teknik peletakkan pakaian LIFO (Last in First Out) dan FIFO (First in First Out), kedua teknik didasarkan pada urutan pemakaian pakaian itu sendiri.

Untuk LIFO, berarti Anda harus mengenakan pakaian yang diletakkan di bagian bawah terlebih dahulu. Pakaian yang baru saja dibersihkan kemudian akan ditempatkan di bagian atas tumpukan pada lemari pakaian 3 pintu.

Sementara untuk FIFO adalah kebalikannya, Anda memulai dengan mengenakan pakaian yang berada di bagian paling atas tumpukan dan menyimpan pakaian yang baru dibersihkan di bagian dasar rak lemari pakaian 3 pintu.

Dengan menerapkan sistem penyimpanan yang baik, maka barang-barang yang disimpan di dalam lemari pakaian 3 pintu pun akan terjaga kondisi dan kualitasnya.

Selain itu, penggunaan lemari pakaian 3 pintu pun akan terasa jauh lebih praktis, Anda tidak perlu lagi menghabiskan waktu untuk mencari-cari pakaian atau barang yang akan digunakan karena sistem penyimpanan telah terorganisir dengan rapi. Jika ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi Anda, silakan mencari alternatif lemari pakaian di Dekoruma. Selamat mencoba!

Top 10 Categories Furnishing