Furniture 101: Kayu Olahan, Alternatif Alami yang Mudah Diolah!

Artikel ini dibuat oleh tim konten Dekoruma. Setiap hari, kami menerbitkan cerita mengenai rumah, ikuti di sini.

Kayu menjadi pilihan utama karena warna cantiknya yang alami dan memberikan kesan hangat di rumah kamu, cocok untuk memberikan kehangatan saat bersama dengan orang-orang yang kamu kasihi. Pengolahan furnitur kayu pada dasarnya menggunakan jenis kayu solid, yaitu kayu yang diolah secara langsung dari pohon jenis kayu tersebut. Akan tetapi, saat ini persediaan kayu solid semakin menurun karena semakin berkurangnya jenis pohon yang dapat membuatnya punah. Maka itu, terdapatlah alternatif jenis kayu dalam membuat furnitur yang diolah secara khusus menggunakan kayu-kayu sisa dengan teknik tertentu. Berikut ini Kania akan memberitahukan jenis-jenis kayu olahan yang dapat kamu perhatikan sebelum membeli furnitur kayu olahan,

ALG-26_4.jpg

Side table dari Alegre yang cocok diletakkan di mana saja

Kayu Lapis (Plywood)

Plywood.jpg

Foto dari apawood.org

Kayu lapis atau plywood dibentuk dari beberapa lembaran kayu yang direkatkan dengan tekanan tinggi dan perekat khusus anti lembab. Kayu lapis disusun secara menyilang untuk menghasilkan hasil yang lebih kuat. Ketebalan bervariasi dari mulai 3 mm, 4 mm, 9 mm dan 18 mm dengan luasan standard 244 x 122 cm. Kayu lapis yang disusun tiga lapis disebut juga, yang dikenal sebagai, tripleks, sementara lapisan yang lebih banyak disebut juga multipleks. Ketebalan kayu lapis menentukan kekuatan dan kestabilannya.

Kayu lapis sendiri dapat dilapisi dengan motif jenis kayu-kayu solid seperti jati. Adapun kayu lapis polos sering dilapisi dengan lapisan veneer, PVC, HPL, dan melamin untuk memunculkan motif yang variatif dan menarik. Kayu lapis memiliki kekuatan yang paling baik dan paling tahan air dibanding jenis kayu olahan lainnya, sehingga pengolahan sangat variatif dan mencakup furnitur luar ruangan dan kitchen set. Hal ini juga membuat kayu lapis paling mahal dibanding kayu olahan lainnya.

SHP-1.jpg

Kursi makan Mandailing dan kursi stool Nias oleh Shape menggunakan material kayu lapis

Medium Density Fibreboard (MDF)

MDF.jpg

Foto dari 3dmodular.co.uk

MDF terbuat dari serbuk kayu halus serupa yang dicampur dengan bahan kimia resin yang direkatkan dan dipadatkan dengan mesin dalam suhu dan tekanan yang tinggi. Kayu yang dipakai biasanya diambil dari kayu sisa perkebunan ataupun bambu, membuatnya jadi lebih ramah lingkungan. Hasil akhir olahan MDF berupa papan atau lembaran yang siap dipotong sesuai dengan kebutuhan. Terdapat juga HDF (High Density Fibreboard), versi lebih kuat dan padat dari MDF.

Jenis kayu ini seringkali diolah secara massal di pabrik menjadi furnitur berbentuk knocked-down (bongkar-pasang) yang dapat dibongkar-pasang dengan mudah dan cepat dengan elemen sambungan seperti bowel atau connecting bolt yang tidak permanen.

MDF mudah untuk diolah, karena terbuat dari serbuk kayu halus. Karena hasilnya yang padat, MDF memiliki kekuatan yang konsisten dan merata di seluruh bidang menahan beban. Membuat furnitur material MDF sering menjadi pilihan. Permukaan kayu MDF yang halus mudah untuk melakukan pengaplikasian finishing seperti cat dan coating, hingga lapisan veneer, laminasi PVC, HPL, dan lapisan lainnya, memungkinkan untuk tampilan yang warna-warni dan variatif. Hanya saja, MDf cukup rentan terhadap kelembaban dan air, karena terbuat dari serbuk gergaji, maka itu hindari untuk pemakaian furnitur yang dekat dengan air maupun luar ruangan.

HRK-10_2.jpg

Haruki Kai TV Table dan Haruki Ren Coffee Table  menggunakan material MDF untuk table top-nya

Particle board

PB.jpg

Foto dari rooang.com

Jenis kayu olahan ini terbuat dari sisa pekerjaan kayu seperti serbuk gergaji, potongan kayu kecil, serpihan kayu, yang dicampur dengan bahan kimia resin lalu direkatkan dan dipadatkan dengan mesin berkualitas tinggi. Kualitas kayu yang dipadatkan pada particle board cenderung lebih kasar dan tidak seragam, berbeda dengan jenis kayu olahan MDF.

Hal ini menyebabkan particle board paling rentan terhadap air dibanding jenis kayu olahan lainnya, sehingga pemakaiannya cukup terbatas untuk furnitur rumah, seperti sebaiknya tidak digunakan untuk kitchen set atau furnitur luar ruangan yang cukup rentan terhadap perubahan cuaca. Selain itu jenis kayu olahan ini juga tidak bisa menopang beban terlalu berat karena dapat melengkung. Proses penyambungan juga dibutuhkan sekrup atau paku khusus untuk mencegah cepat lepas dan rusak.

Finishing jenis kayu ini tidak bisa menggunakan cat atau coating biasa karena permukaannya yang kasar. Untuk itu, dibutuhkan veneer, laminasi PVC, HPL, dan lapisan lainnya. Harga particle board juga sangat murah, termasuk yang paling murah di antara jenis kayu olahan lainnya.

GFI-44.jpg

Kabinet Apik Gayo dari Pro Design dan meja komputer Lunar menggunakan particle board

Blockboard

MDF.jpg

Foto dari apawood.org

Kayu-kayu kecil sisa pekerjaan kayu berukuran 2, 5 cm hingga 5 cm dapat diolah dibentuk menjadi blockboard, melalui proses pemadatan dengan mesin dan dilapisi dengan veneer lapis kayu di kedua sisinya menjadi suatu lembaran seperti papan. Ketebalan blockboard terdapat dari 12 mm, 15 mm, hingga 18 mm, dengan luasan menyerupai kayu lapis.

Blockboard biasanya dibuat dari kayu lunak, sehingga tidak sekuat dan setahan air kayu lapis. Harganya pun sedikit dibawah kayu lapis. Kualitas blockboard cukup baik untuk membuat rak, cabinet ataupun kitchen set karena cukup kuat dan tahan air, namun untuk perawatan tetap harus dihindari menggunakan air. Jenis blockboard ada beberapa macam seperti teakblock, yang dilapisi oleh veneer kayu jati, hingga sungkai-block, yang dilapisi veneer kayu sungkai. Tergantung dengan lapisan veneer luar blockboard tersebut.

FGR-1_1.jpg

Rak dinding dari Fangorn yang berbentuk Batman menggunakan blockboard

Sebagai alternatif kayu solid, kayu olahan memiliki hal-hal yang harus diperhatikan dalam merawat dan menghidari kerusakan dalam memiliki furnitur kayu olahan yang berbeda dengan perawatan kayu solid. Berikut Kania akan memberitahukan hal yang harus kamu perhatikan dalam merawat furnitur kayu olahan,

cleaning procwood.jpg

Foto dari wikihow.com

Perawatan furnitur kayu olahan

  • Bersihkan furnitur kayu kamu secara rutin minimal sekali seminggu. Pembersihan sebaiknya dilakukan sebelum terdapat noda yang terkumpul dan nantinya sulit untuk dibersihkan. Bersihkan furnitur kamu dengan kemoceng, kain lap, maupun vacuum cleaner yang memiliki kuas. Jangan lupa hindari air atau segala jenis cairan kimia lainnya dalam membersihkan, karena dapat merusak kayu.
  • Kayu olahan lebih rentan terhadap air dibanding kayu solid, oleh sebab itu usahakan penempatan furnitur berada di tempat yang kering untuk dan tidak lembab untuk menghindari timbulnya jamur dan kerusakan pada partikel kayu. Serta, disarankan untuk memberi alas baik pada permukaan ataupun bagian bawah untuk menghindari meresapnya air pada lapisan kayu. Apabila furnitur kayu olahan tersiram air, segera keringkan dengan kain lap atau vacuum cleaner sebelum air meresap ke dalam pori-pori lapisan kayu yang dapat merusak lapisan kayu olahan.
  • Dalam meletakkan furnitur kayu olahan, pastikan kamu menempatkannya di bidang datar, karena kayu olahan yang berbentuk dasar papan dan sistem bongkar-pasang lebih rentan untuk lepas dan rusak. Berhati-hati juga dalam memindahkan furnitur agar tidak diangkat dan dipindahkan secara langsung melainkan di bongkar sebagian atau keseluruhan sebelum dipindahkan, lalu dipasang kembali, untuk mencegah ada sambungan yang patah atau rusak saat dipindahkan.
  • Untuk perawatan pembaruan seperti polishing, kamu dapat mengusap menggunakan kain lap yang diberikan minyak kayu untuk finishing (jangan dengan air), untuk membuat finishing terlihat seperti baru dan mengilat. Hal ini juga dapat digunakan untuk mengusir maupun membersihkan jamur yang menempel pada kayu olahan.
  • Kamu juga sebaiknya tidak boleh mencoba mengupas lapisan luar kayu olahan kamu, karena dapat merusak bagian dalam dari kayu olahan kamu, selain menurunkan kualitas estetika, juga merusak kekuatan furnitur kayu olahan kamu.

Demikian info mengenai furnitur kayu olahan dari Kania. Meskipun kualitasnya masih di bawah kayu solid, sebagai suatu alternatif material kayu, kayu olahan memiliki harga yang cukup murah dengan tampilan serta jenis furnitur yang lebih variatif. Apalagi, dengan tingginya teknologi masa kini, furnitur kayu olahan juga memiliki kualitas dan kekuatan yang tidak kalah jauh dibandingkan kayu solid, cocok bagi kamu yang membutuhkan furnitur berpenampilan menarik namun dengan budget minim. Mudah-mudahan, tips dan trik ini dapat membantu kamu dalam mengenal kayu olahan dan cara merawatnya dalam memilih jenis furnitur yang paling cocok bagi ruang  serta gaya hidup kamu.

Selamat berbelanja!

article_cicilan_0_percent
Voucher Dekohouse