Furniture 101: Jenis Kain Sofa, si Lembut nan Empuk untuk Segala Lapisan Dudukan Anda!

Artikel ini dibuat oleh tim konten Dekoruma. Setiap hari, kami menerbitkan cerita mengenai rumah, ikuti di sini.

Kita pasti sudah mengetahui kalau kain merupakan salah satu material favorit yang digunakan dalam berbagai keperluan, termasuk dalam membuat furnitur, seperti kain sofa dan kain kursi dudukan. Jenis kain sofa dan dudukan, pada awalnya, terbuat dari kulit maupun bulu binatang. Namun, seiring perkembangan waktu dan teknologi, manusia dapat mengolah kain yang berasal dari serat tanaman bahkan menggunakan bahan sintetis.

MAE-25_7.jpg

Sofa Maesta Odessa

Sebelum mempelajari tentang jenis kain sofa dan dudukan, Kania mau memberi tahu tentang jenis jahitan kain untuk pelapis sofa dan dudukan yang tentunya akan memengaruhi kualitas kelembutan tekstur kain maupun ketahanan jenis kain tersebut. Jenis jahitan antara lain ada woven, knit (atau rajutan), dan non woven.

Jenis Jahitan

Woven

Woven.jpg

Woven adalah jenis jahitan yang memiliki jalinan benang yang terjalin lebih erat, membuatnya lebih kuat, halus, dan memiliki tekstur menarik. Jahitan woven terjahit secara silang, menumpuk, dan saling mengait antara satu benang dengan lainnya, jalinan benang yang saling mengait itu membuat jahitan woven cukup kuat dan tidak lekas sobek. Jenis kain dengan jahitan woven adalah jenis kain yang dijalin dengan benang satuan, seperti katun, velvet, linen, dan lainnya.

Knit

Stockinette_example_back.JPGFoto oleh Pschemp

Knit, atau rajutan, adalah jenis jahitan yang memiliki gulungan benang menerus yang dirajut saling melingkari satu sama lain dan membentuk seperti kepangan. Rajutan ini akan membuat tekstur yang lebih unik pada kain, dengan sedikit jarak antara jahitan yang lebih besar dibandingkan jahitan woven. Hal ini membuat rajutan lebih mudah diregangkan, sehingga tidak mudah sobek. Jenis rajutan biasanya cocok untuk benang wool dan chenille yang memiliki ukuran benang yang lebih tebal, sehingga mudah dirajut. Tekstur rajut yang unik dengan sedikit jarak jahitan membuat knit popular karena nyaman, lembut, dan udara lebih mudah keluar masuk, jadi tidak mudah keringat (untuk pakaian) dan tidak lekas bau.

Non-Woven

Spunbond.jpg Foto oleh Yuceluyaniksoy

Berbeda dengan jahitan woven, Non-woven fabric adalah jenis kain buatan yang berasal dari serat kain panjang yang disatukan atau dijalin oleh mesin melalui proses kimiawi dan panas. Menghasilkan kain yang murah karena dibuat oleh pabrik dan cukup kuat, tapi memiliki tekstur yang jauh lebih rata dibanding woven. Jenis non-woven pastilah merupakan jenis kain buatan pabrikasi, seperti polyester helaian seperti kanvas, akrilik, dan lainnya.

Sofa kain.jpg
Sofa Maesta Renata

Nah, setelah Kania membahas jenis jahitan kain, mungkin masih banyak di antara kalian yang belum memahami jenis dan ciri khas masing – masing kain yang bisa digunakan dalam pembuatan furnitur, seperti kain sofa dan pelapis dudukan kursi. Oleh karena itu, untuk mengetahui kain mana yang pas untuk sofa atau kursi kalian, Kania akan membagikan penjelasannya. Simak ya!

Jenis Kain

Katun

Cotton.jpg

Katun adalah salah satu jenis kain yang paling sering digunakan untuk material furnitur, contohnya ketika digunakan sebagai pelapis sofa maupun dudukan kursi. Serat alami dari kain katun memberikan tekstur yang lembut dan halus, namun kuat dan tahan lama. Semakin rapat jalinan benangnya, maka kulaitasnya akan semakin baik dan nyaman.

Sayangnya kain katun tidak terlalu tahan terhadap tanah, kusut, dan api. Oleh karena itu, untuk menutupi dan mengurangi kelemahannya tersebut, katun kerap dikombinasi dengan serat lainnya. Karena katun tersedia dalam pilihan warna dan motif yang variatif serta harga yang cenderung terjangkau, material ini menjadi favorit untuk dipilih sebagai material furnitur.

Polyester

Large_0290182.jpgFoto oleh fabric.com

Polyester adalah jenis kain sintetis, yaitu serat buatan dan tidak tersedia secara bebas di alam. Polyester ini memiliki karakteristik yang awet, tidak mudah sobek, dan tidak mudah kusut. Kain ini pun tersedia dalam berbagai warna dan motif. Kain ini lebih sering digunakan sebagai kombinasi atau disebut polyester campuran. Umumnya dicampur dengan rayon dan wool. Namun, campuran polyester dan wool mudah mengelupas.

Rayon (Viscose)

Viscose.jpg

Rayon terbuat dari serat hasil regenerasi selulosa. Rayon dibuat untuk menyerupai sutra, linen, dan katun, namun memiliki harga yang lebih murah dan tahan lama. Tetapi rayon memiliki kekurangan yaitu mudah terbakar dan mudah mengkerut.

Nilon

Nylon.jpg

Nilon juga berasal dari serat sintetis. Pada umumnya, nilon yang digunakan sebagai material furnitur adalah nilon campuran yang bersifat ulet dan tidak mudah berubah bentuk. Nilon menjadi popular karena bahannya yang ringan namun kuat, elastis, mudah dicuci, tidak mudah robek, serta tahan terhadap air, panas, dan jamur. Tetapi, perlu diperhatikan bahwa kain nilon dapat terdegradasi dengan sinar ultraviolet.

Linen

linen.jpg

Linen terbuat dari serat alami yang kuat, sehingga tidak mudah sobek. Kain ini juga lembut dan tidak mudah pudar. Kain linen lebih sukar untuk menyerap tinta dibandingkan material kain lainnya, oleh karena itu umumnya tampil polos tanpa motif. Perlu perhatian dalam merawatnya karena dapat mengkerut dan kotor.

Chennile

800px-Chenille_Fabric.jpgFoto oleh Dugouha

Chennile terlihat seperti rajutan karena memiliki tekstur pilinan benang yang tebal, mirip seperti corduroy. Oleh karena itu kain ini diberi nama chennile, yaitu Bahasa Prancis dari ulat bulu. Kain ini tahan lama, kuat, dan tidak mudah sobek. Namun, kain ini sulit dibersihkan apabila terkenda noda. Kain chennile merupakan salah satu bahan popular yang sering ditemukan dalam sofa bergaya klasik.

Akrilik

acrylic.jpg

Kain akrilik merupakan serat sintetis yang dibuat sebagai imitasi dari wool. Kain ini cocok digunakan di area outdoor karena tahan terhadap panas matahari dan mudah kering apabila terkena cipratan air. Kain akrilik juga ringan, tahan lama, dan tidak mudah kusut serta memudar.  Tinggi rendahnya bahan akrilik yang digunakan akan mempengaruhi apakah kain mudah berbulu.

Velvet

Velvet.jpg

Kain velvet atau beludru awalnya terbuat dari bahan dasar sutera, namun seiring perkembangan waktu, velvet dapat terdiri dari katun dan bahan sintetis lain seperti polyester, nilon, viscose, dan lain-lain. Kain velvet menawarkan tampilan mewah nan elegan karena bahannya yang halus dan sedikit mengkilap. Namun kain ini memiliki harga yang relatif mahal dan sulit dibersihkan apabila terkena noda.


Merawat dan Membersihkan Furnitur dengan Lapisan Kain

sofa-cleaning-nottingham.jpg

Foto dari mumshelpinghands.com

Terdapat beberapa hal yang perlu kamu perhatikan agar furnitur dengan material kain yang kamu miliki dapat tahan lama dan kualitasnya tetap terjaga. Berikut ini Kania akan memberitahu beberapa tips dan trik untuk menjaga furnitur berbahan kain kamu.

Apabila furnitur kamu memiliki lapisan kain yang dapat dilepas, maka proses perawatan akan lebih mudah karena kamu bisa mencuci kainnya secara terpisah. Kamu dapat mencuci sarung pembungkusnya dengan deterjen berkualitas, tentunya dengan merujuk pada petunjuk perawatan dari masing – masing furnitur yang kamu dapatkan.

Untuk mencegah pudarnya warna kain furnitur kamu, usahakan untuk menghindari cahaya matahari langsung. Kain dengan warna gelap dan kain berbahan serat natural seperti katun memiliki kemungkinan pudar yang lebih besar.

Bersihkan furnitur kamu secara rutin minimal sekali seminggu. Pembersihan sebaiknya dilakukan sebelum terdapat noda yang terkumpul dan nantinya sulit untuk dibersihkan. Bersihkan furnitur kamu dengan tangan, kemoceng, kain lap, maupun vacuum cleaner yang memiliki kuas. Jangan lupa hindari air atau segala jenis cairan kimia lainnya dalam membersihkan, karena dapat merusak kain.

Untuk menangani bercak-bercak kotoran yang terlanjur ada, gunakan tisu basah atau kain mikrofiber yang telah dibasahi untuk mengelap noda tersebut. Apabila kamu ingin menggunakan cairan pembersih, pastikan untuk mencobanya di tempat tersembunyi terlebih dahulu sebelum mengaplikasikannya pada seluruh permukaan sofa.

Pastikan setelah melakukan proses pembersihan untuk segera mengeringkan kainnya. Kamu dapat mengeringkan dengan pengering rambut agar kering lebih cepat, namun lebih baik apabila kering secara alami dengan membuka jendela dan membiarkan angin masuk.

BNB-4_1.jpg
Bean bag oleh Be My Bean

Nah, setelah membaca tips dan trik dari Kania dalam menjaga kualitas furnitur berbahan kain kalian, mudah – mudahan kalian dapat lebih mudah menentukan pilihan!

Selamat berbelanja!

article_cicilan_0_percent
Voucher Dekohouse