Desain Kamar Loteng, Ini Dia 7 Hal yang Harus Dicermati

Artikel ini dibuat oleh tim konten Dekoruma. Setiap hari, kami menerbitkan cerita mengenai rumah, ikuti di sini.

Apa yang spontan terlintas dalam benakmu mendengar kata loteng? Sebuah ruangan kecil, pengap, dan berdebu di bagian atas rumah? Ruang kecil yang kerap menjadi sarang laba-laba dan bahkan hewan-hewan lainnya?

Memang biasanya loteng menjadi ruang yang terabaikan. Jika tidak dibiarkan begitu saja, loteng umumnya dijadikan sebagai tempat penyimpanan alias gudang. Namun tahukah kamu, loteng juga bisa difungsikan sebagai ruang tidur?

Menyulap loteng menjadi ruang tidur dengan mezzaine

Jika anak-anakmu telah semakin besar dan menginginkan kamar sendiri namun lahan terbatas, loteng yang kamu miliki dapat menjadi solusinya. Atau bisa juga, agar tidak mengganggu kenyamanan dan privasi anggota keluarga lainnya, loteng kamu sulap menjadi kamar tidur tamu. Hal ini sangat mungkin dilakukan, namun tentu saja dibutuhkan perencanaan yang sangat matang.

Loteng biasanya dibuat dengan sifat semi permanen. Material yang digunakan sebagai penopang lantai loteng umumnya dari bahan-bahan seperti kayu, tripleks, dan multipleks. Tentu saja kamu tidak mungkin akan memfungsikan loteng menjadi kamar tidur dengan keadaan seperti ini bukan? Untuk itulah, kamu harus mengubah loteng menjadi mezzaine terlebih dahulu.

Istilah mezzaine mungkin masih terdengar tidak terlalu familier di telingamu. Beberapa yang mungkin pernah mendengar pun (kecuali arsitek dan orang-orang yang paham dengan konsep bangunan) cenderung menganggap loteng dan mezzaine adalah dua hal yang sama. Padahal justru keduanya memiliki perbedaan mendasar: mezzaine bersifat lebih permanen dan telah direncanakan ketika membangun sebuah rumah.

Jika yang kamu miliki saat ini adalah loteng, ciptakan mezzaine terlebih dahulu. Modifikasi loteng menjadi ruangan dengan penopang lantai yang lebih permanen, kuat, dan aman. Selain itu, pastikan pula bahwa ketinggian atap rumahmu memiliki batas kemiringan 50%. Ini merupakan standar ketika kamu berada di loteng dengan posisi berdiri alias vertikal.

Desain kamar dari loteng rumah dengan mencermati tujuh (7) hal ini

Setelah memahami konsep dasar antara loteng dan mezzaine, kini saatnya melakukan desain kamar dari loteng rumah. Adapun hal-hal yang tidak boleh kamu lepas cermati antara lain:

  1. Sirkulasi udara dalam desain kamar loteng

desain-kamar-loteng

Ini adalah poin dasar yang harus kamu perhatikan. Kamu tentu telah bisa membayangkan bagaimana pengapnya udara di loteng. Hal ini karena memang sirkulasi udara yang berada di loteng kurang bagus. Padahal jika kamu akan membuatnya menjadi sebuah ruangan berfungsi yang kerap dihuni, sirkulasi udaranya tentu tidak bisa dibiarkan seburuk itu.

Buatlah jendela sebagai media sirkulasi udara. Selain untuk sirkulasi udara, adanya jendela juga akan membuat ruangan akan terpapar cahaya matahari sehingga meminimalkan kelembapan. Di samping itu, pemilihan jenis atap juga sangat berpengaruh.

  1. Konstruksi atap dalam desain kamar loteng

desain-kamar-loteng

Yang perlu diingat, loteng selalu berbatasan langsung dengan atap. Hal inilah yang menyebabkan loteng identik dengan pengap dan panas –sebab atap menyerap panas paparan sinar matahari. Untuk itu, kamu harus memilih bahan untuk atap yang bersifat tidak mudah menyerap panas seperti genteng berbahan dasar aluminium foil. Sebagai tambahan, kamu dapat menambah lapisan pada plafon dengan lapisan insolasi.

  1. Bahan penopang lantai dalam desain kamar loteng

desain-kamar-loteng

Seperti yang telah dibahas terkait dengan mezzaine, kamu harus memastikan lantai loteng yang dibangun kuat. Balok yang dibuat tidak boleh rapuh, kolom penahan yang digunakan pun haruslah memenuhi syarat. Supaya pembuatan lantai loteng tidak menambah berat beban konstruksi, pilih material yang ringan-ringan saja sebagai penutup lantai.

Boleh juga jika kamu menggunakan konstruksi kayu sebagai lantai loteng. Namun tentu saja, jika menggunakan konstruksi kayu, dimensi balok yang dibuat harus lebih besar. Kamu dapat menggunakan balok kayu dengan ukuran 8x12cm sebagai struktur utamanya. Pasang setiap balok kayu dengan jarak 50 sampai 60cm antara satu dan yang lainnya. Untuk menambah kesan natural wooden, lakukan saja finishing kayunya langsung sehingga apik dan tahan lama terhadap gangguan rayap.

  1. Luas ruang dalam desain kamar loteng

desain-kamar-loteng

Bukan masalah jika luas loteng yang kamu miliki tidak terlalu besar. Akan tetapi, jangan memaksakan jika luas yang dimiliki sangat terbatas alias tidak layak untuk dihuni. Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, dari segi vertikal, setidaknya ketinggian loteng cukup lega untuk satu orang dewasa berdiri. Idealnya ukuran ketinggian loteng adalah 2,5 meter. Sementara itu di sisi horizontal, kamu perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan. Setidaknya, kamu memberikan luas yang sama dengan ukuran standar kamar pada umumnya.

  1. Pencahayaan dalam desain kamar loteng

desain-kamar-loteng

Tidak ada lagi ceritanya loteng hanyalah sebuah kamar pengap dengan pencahayaan minimum. Penambahan jendela akan sangat membantu dalam pencahayaan kamar dari loteng ini–terutama di siang hari saat matahari sedang bersinar akan membantu  penghematan penggunaan listrik. Tetapi berhati-hatilah dalam menentukan lokasi jendela akan dipasang. Jangan sampai jendela yang dibuat justru memberi akses terlalu besar bagi intensitas matahari yang menyebabkan silau.

  1. Furnitur dalam desain kamar loteng

desain-kamar-loteng

Hal ini lebih berkaitan dengan dekorasi yang akan kamu pilih. Namun untuk amannya, jangan terlalu banyak meletakkan barang di loteng yang justru membuat ruangan menjadi semakin sesak. Pilih barang-barang mendasar yang menjadi kebutuhan saja.

  1. Akses yang aman dan mudah dalam desain kamar loteng

desain-kamar-loteng

Tidak ada jalan lain selain membuat tangga untuk menyatukan loteng dan ruangan inti rumah. Buatlah tangga seminimalis mungkin tanpa mengabaikan aspek keamanan. Tangga yang dibuat juga tidak seharusnya diletakkan di kawasan rumah yang sempit dan menjadi jalur sibuk. Rencanakan dengan matang lokasi, bahan, lebar, dan sisi ergonomis tangga yang akan dibuat.

Biaya yang dibutuhkan untuk membuat kamar dari loteng

Tidak ada standar atau patokan yang secara eksplisit menginformasikan nominal yang harus kamu keluarkan untuk membuat kamar dari loteng. Besar dan kecilnya biaya tergantung dari banyak aspek. Secara umum, ada dua opsi yang bisa kamu pilih: merenovasi dengan menyesuaikan anggaran yang ada atau membuat anggaran sesuai dengan desain yang diinginkan.

Terlepas dari pilihan tersebut, ada beberapa faktor yang juga akan sangat memengaruhi biaya yang harus kamu keluarkan. Adapun faktor-faktor tersebut adalah:

  1. Ukuran

Renovasi ruangan yang lebih besar sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan. Jika loteng yang kamu miliki berukuran tidak terlalu luas, kemungkinan penekanan biaya dapat dilakukan. Biasanya yang kemudian menjadi titik berat dalam anggaran pembiayaan adalah terkait material yang digunakan.

  1. Kondisi

Hal ini juga dipengaruhi oleh usia dan perawatan. Apabila usia loteng sudah terlalu tua, kemungkinan besar biaya renovasi akan lebih besar dibandingkan dengan loteng yang usianya lebih pendek. Selain itu, loteng yang terawat akan lebih banyak memangkas biaya renovasi dibandingkan dengan loteng yang tidak terawat. Hal ini berkaitan dengan kondisi material loteng. Semakin tua dan semakin tidak terawat materialnya akan semakin banyak membutuhkan perubahan.

Itulah ulasan mengenai desain kamar tidur dari loteng. Kamu juga bisa mencoba merenovasi loteng rumahmu. Jika bisa dimanfaatkan, mengapa harus disia-siakan? 😉 Semoga bermanfaat!

article_cicilan_0_percent
Voucher Dekohouse