11 Ciri Desain Vintage yang Pasti Belum Kamu Tahu!

Artikel ini dibuat oleh tim konten Dekoruma. Setiap hari, kami menerbitkan cerita mengenai rumah, ikuti di sini.

Masing-masing gaya desain hunian pasti memiliki ciri khas tersendiri. Misalnya saja desain industrial yang identik dengan material besi, desain minimalis yang didominasi warna monokrom, desain Skandinavia yang identik dengan alam, hingga desain vintage yang identik dengan kesan jadul.

Ya, selama ini desain vintage dikenal sebagai gaya jadul dan sering diterapkan oleh para wanita karena warna-warnanya lembut. Tapi tahukah kamu beberapa ciri khas lain dari desain vintage? Kalau belum, langsung saja simak 11 ciri desain vintage yang belum kamu tahu berikut ini!

1. Penggunaan furnitur jadul

furnitur desain vintagepinterest.com

Desain vintage identik dengan kesan jadul sehingga furnitur yang digunakan juga bernuansa jadul. Furnitur jadul pada desain vintage ada 2 macam; furnitur dengan model yang populer di masa lampau dan furnitur dengan model modern yang terkesan lusuh.

Contoh furnitur dengan model yang populer di masa lampau adalah meja, kursi, dan lemari jengki. Furnitur dengan model jengki ini populer pada tahun 1950 hingga 1970-an. Ciri khas dari furnitur model jengki ini adalah penggunaan material kayu dan bentuk kaki furnitur yang mengerucut dan tidak tegak lurus.

furnitur desain vintagepinterest.com

Sedangkan untuk furnitur dengan model modern yang terkesan lusuh ini bisa dibuat sendiri dengan cara mengecat ulang sebuah furnitur kesayangan dengan efek cat mengelupas di beberapa bagian. Tidak hanya dengan mengecat ulang, kamu bisa mengalih fungsikan sebuah benda menjadi furnitur untuk kesan desain vintage yang khas.

Misalnya menggunakan peti bekas sebagai meja kopi atau drum bekas minyak berukuran sedang sebagai tempat duduk. Terlepas dari jenis furnitur yang digunakan, semua furnitur pada desain vintage terbuat dari kayu berkualitas yang dikerjakan menggunakan tangan, bukan dari plastik atau besi seperti furnitur buatan pabrik.

2. Penggunaan warna pada desain vintage

warna pada desain vintageidealhome.co.uk

Ciri khas dari desain vintage yang paling mudah ditebak adalah penggunaan warnanya. Desain vintage umumnya didominasi dengan warna-warna lembut atau warna pastel seperti hijau telur asin, biru muda, oranye, kuning, merah, pink, dan akuamarin.

Warna-warna tersebut diterapkan pada dinding, lemari, sofa, dekorasi, hingga peralatan makan. Makanya, kamu akan sering menemukan desain vintage yang diaplikasikan di ruang tamu. Warna-warna lembut inilah yang membuat desain vintage begitu digemari oleh kaum hawa dan cenderung kurang diminati pria dewasa.

3. Pilihan dekorasi yang khas

dekorasi desain vintagealiexpress.com

Dekorasi wajib pada desain vintage adalah dekorasi vas bunga berukuran sedang yang lengkap dengan beberapa tangkai bunga. Vas bunga ini bisa diletakkan di atas meja kopi atau meja makan sebagai pemanis suasana di dalam ruangan.

Untuk tambahannya, desain vintage juga bisa menggunakan cermin dan jam antik. Cermin antik ini biasanya berbentuk persegi atau oval dengan bingkai dari kayu yang memiliki ukiran cantik. Sedangkan untuk jamnya menggunakan jam analog yang digantung di dinding atau jam berukuran besar yang lengkap dengan bandul.

4. Desain vintage banyak memakai barang elektronik retro

desain vintage elektronikpinterest.com

Jika furnitur pada desain vintage umumnya terbuat dari kayu dan memiliki model jadul, untuk barang-barang elektronik yang digunakan adalah yang bergaya retro. Barang-barang elektronik bergaya retro yang dimaksud di sini adalah TV cembung, radio, bahkan oven untuk dapur.

Untuk menemukan barang-barang elektronik ini bisa dibilang susah-susah gampang, karena jarang sekali ada barang elektronik yang diproduksi dengan gaya retro saat ini. Sebagai gantinya, kamu bisa mencari di pasar barang antik atau membongkar koleksi barang elektronik milik kakek dan nenek. Jika barang-barang tersebut sudah tidak bisa berfungsi, kamu masih bisa meletakkannya di dalam ruangan sebagai dekor ruangan.

5. Penerapan motif pada sejumlah benda

motif desain vintagepinterest.co.uk

Saat melihat hunian yang menerapkan desain vintage, kamu akan menyadari satu hal yang cukup mencolok yakni penerapan motif pada sejumlah benda. Motif yang menjadi ciri khas dari desain vintage adalah motif floral, dedaunan, burung, hingga motif abstrak yang berulang-ulang. Motif-motif tersebut biasanya diterapkan pada sebagian dinding, sarung bantal, tirai, sampai peralatan makan.

6. Model tempat tidur dengan kelambu

tempat tidur desain vintagemellaniedesign.com

Tempat tidur yang menjadi ciri khas dari desain vintage adalah tempat tidur dengan model sederhana namun dilengkapi dengan kanopi atau kain kelambu. Kanopi dan kain kelambu ini akan menciptakan suasana yang nyaman dan lembut, sehingga bisa mempengaruhi kualitas tidur penghuninya. Selain itu, kanopi dan kain kelambu bisa membantumu tidur nyenyak tanpa gigitan nyamuk.

7. Hiasan dinding yang wajib pada desain vintage

bingkai foto desain vintagepinterest.com

Hiasan dinding yang wajib ada pada desain vintage adalah bingkai foto dengan pinggiran berukir atau bergaya shabby chic. Ukurannya bisa disesuaikan dengan ukuran ruangan agar terlihat seimbang. Jika ingin bingkai foto ini terlihat lebih menarik, kamu bisa menyusunnya tanpa pola simetris dan menggunakan beberapa bingkai foto yang berbeda sekaligus.

Kamu juga bisa berkreasi dan membuat kolase bingkai foto. Dengan bingkai foto, kamu tidak memerlukan hiasan lainnya untuk melengkapi tampilan desain vintage pada hunian.

8. Lampu dengan hiasan yang khas

lampu desain vintagepinterest.com

Penerangan juga memiliki peran penting pada desain vintage. Biasanya penerangan yang digunakan berwarna kuning temaram agar ruangan terasa hangat. Pada desain vintage, penerangan ini didapatkan dari sejumlah lampu khas vintage. Lampu yang pertama adalah lampu meja dengan kap lampu berukuran sedang dari kain berenda dengan warna netral. Lampu berikutnya adalah lampu bohlam berukuran sedang hingga besar, baik yang tampil polos atau dilengkapi dengan penutup.

9. Identik dengan penggunaan wallpaper dengan corak vintage

wallpaper desain vintagealiexpress.com

Penggunaan wallpaper atau wall covering bermotif menjadi sesuatu yang umum pada desain vintage. Ada beberapa orang yang menggunakan wallpaper untuk melapisi seluruh dinding, ada juga beberapa orang yang menggunakan wallpaper hanya pada beberapa bagian dinding agar tidak terlihat terlalu sumpek. Motif wallpaper yang lazim digunakan adalah motif floral, abstrak, atau pepohonan.

10. Pelapis lantai khas desain vintage

lantai desain vintageoverstock.com

Desain vintage menonjolkan kesan jadul dan nuansa yang hangat. Oleh karena itu, sebagian besar hunian dengan desain vintage akan menggunakan pelapis lantai berupa ubin terakota, parket, serta kayu. Khusus untuk penggunaan parket dan kayu sebagai pelapis kayu, sebagai pemilik hunian kamu harus memberikan perhatian ekstra terhadap perawatannya.

Seperti yang sudah kamu ketahui, lantai kayu memiliki plus minusnya sendiri, seperti mudah lapuk dan terkena baret sehingga harus rutin diberi cat pelapis khusus dan tidak boleh diinjak menggunakan sepatu hak tinggi.

11. Bentuk plafon yang beragam

plafon desain vintagepinterest.com

Bentuk plafon untuk desain vintage pun beragam. Pada sejumlah hunian dengan desain vintage, bagian plafonnya berbentuk datar ditutupi dengan material kayu sehingga ruangan terlihat rapi. Ada juga hunian yang bentuk plafonnya dibiarkan terbuka alias diekspos sehingga memperlihatkan struktur kayu penopang. Meski kesannya tidak selesai dengan sempurna, plafon ini bisa menciptakan tampilan ruang bergaya vintage yang lebih luas.


Dari 11 ciri desain vintage di atas pasti ada yang belum kamu ketahui, bukan? Nah sekarang kamu sudah mengetahuinya dan bisa menerapkan ciri-ciri tersebut agar hunianmu semakin bernuansa vintage. Jangan lupa, cek juga artikel home and living menarik lainnya di dekoruma. Selamat mendesain hunian dengan desain vintage!

article_cicilan_0_percent
Voucher Dekohouse