Apa Itu Rumah Bali? Ini 8 Fakta Menarik yang Belum Kamu Tahu!

Artikel ini dibuat oleh tim konten Dekoruma. Setiap hari, kami mempublikasikan cerita mengenai rumah, ikuti disini.

Indonesia sebagai negara kepulauan, memiliki banyak sekali pulau-pulau indah dengan latar kekayaan alam nan eksotis yang menarik perhatian wisatawan dalam maupun luar negeri. Salah satunya adalah Bali. Bali yang dikenal pula dengan sebutan Pulau Dewata memiliki berbagai keindahan alam. Bangunan di Bali pun memiliki ciri khas tersendiri, berbeda dari bangunan-bangunan lainnya.

Desain rumah Bali digunakan oleh hampir seluruh masyarakat Bali khususnya yang tinggal di Pulau Dewata. Salah satu bangunan di Bali yang sangat terkenal adalah Gapura Candi Bentar yang saat ini telah diresmikan sebagai rumah adat Bali.

Masyarakat Bali hampir seluruhnya memeluk agama Hindu. Hal ini membuat semua bangunan rumah Bali memilki sentuhan budaya Hindu yang sangat kuat. Mulai dari gapura, pintu, dinding dan bagian-bagian lainnya. Berminat mendesain rumahmu dengan desain arsitektur rumah Bali? Sebelumnya, kita simak dulu yuk beberapa fakta menarik tentang rumah Bali.

Material bangunan menentukan strata sosial

Material Rumah Baliairbnb.com

Pada umumnya, material atau jenis bahan bangunan yang digunakan untuk membangun rumah Bali ini tidak disamaratakan karena terdapat pengaruh ekonomi dan strata sosial pemiliknya. Untuk masyarakat biasa, pada umumnya dinding rumah ini dibangun menggunakan tanah liat. Sedangkan digolongan bangsawan, biasanya menggunakan tumpukan bata. Adapun untuk bagian atap, pada umumnya terbuat dari genting tanahalang-alang, ijuk atau sejenisnya yang sesuai dengan kemampuan finansial pemilik rumah Bali tersebut.

Ritual sebelum membangun rumah Bali

Rumah Baliblogspot.com

Sebelum membangun sebuah rumah Bali, masyarakat harus terlebih dahulu melakukan sebuah ritual yaitu berupa ritual peletakkan batu pertama yang disebut dengan tradisi nasarin. Tujuan dilakukannya ritual ini adalah untuk memohon restu dan kekuatan dari bumi pertiwi agar rumah yang dibangun tersebut bisa menjadi rumah yang kokoh, kuat dan tahan lama.

Selain itu, dilakukan pula ritual kepada pada para tukang atau pekerja yang akan melakukan pembangunan pada rumah Bali tersebut. Ritual ini disebut dengan upacara prayascita yang betujuan untuk memohon keselamatan bagi para pekerja selama proses pembangunan rumah. Setelah kedua ritual tersebut dilaksanakan, barulah proses pembangunan rumah Bali dapat dilaksanakan.

Budaya Hindu melekat kuat pada rumah Bali

Rumah Bali Budaya Hindublogspot.com

Rumah Bali sangat dipengaruhi unsur agama Hindu, mulai dari organisasi ruang sejak awal gerbang sampai tata letak ruang sampai detail ukirannya. Hal ini dikarenakan semua rumah Bali dibangun berdasarkan 7 filosofi, yaitu Tri Hita Karana, Tri Mandala, Sanga Mandala, Tri Angga, Tri Loka, Asta Kosala Kosali, Arga Segara. Tujuannya adalah untuk mencapai kedinamisan dalam hidup dengan terwujudnya hubungan yang harmonis antara aspek pawongan, palemahan, dan parahyangan.

Harmonisasi dengan alam sebagai salah satu ciri rumah Bali

Harmonisasi Rumah Baliblogspot.com

Konsep harmonisasi dengan alam menjadi karakter dan watak dasar arsitektur rumah Bali. Keharmonisan ini diperkuat melalui pemanfaatan material batu alam, ukiran kayu, dan bambu. Material alami ini diharapkan dapat menciptakan keharmonisan antara manusia dengan lingkungan, antar sesama manusia, dan kedekatan manusia dengan Sang Pencipta.

Keharmonisan antara manusia dengan lingkungan dapat ditonjolkan melalui kebun atau taman yang ada di rumah Bali. Di sisi taman, adapula kursi-kursi kayu untuk menciptakan keharmonisan antar sesama manusia. Yang dimaksud dengan kursi-kursi tersebut adalah sesama manusia dapat duduk di sana sambil bercengkerama. Keseluruhan taman yang di tata dalam rumah Bali merupakan perwujudan harmonisasi manusia dengan Sang Pencipta. Melalui taman tersebut, manusia mengagumi alam ciptaan-Nya.

Zonasi ruang yang rapi sebagai penerapan filosofi adat rumah Bali

Tri Angga Rumah Bali

blogspot.com

Keseimbangan pembagian ruang dalam rumah Bali diperoleh dari penerapan filosofi Tri Angga dengan tiga tingkatan, yaitu utama, madya, dan nista. Tiga tingkatan yang dimaksud memiliki makna tersendiri. Bagian utama merupakan bagian kedudukan tertinggi atau kepala, bagian madya merupakan bagian tengah atau badan dan bagian nista yang terletak paling rendah, kotor dan nista.

Penerapan Tri Angga dalam arsitektur rumah Bali modern mengalami pergeseran menjadi ruang publik, semi publik, dan ruang pribadi. Hal ini bisa diterapkan dengan urutan yang sama. Halaman sebagai ruang publik, teras antara halaman dan kamar tidur sebagai area semi publik dengan kursi kayu panjang di kaki ranjang sebagai pembatas area semi publik, dan tempat tidur pada area pribadi.

 

Tembok memiliki fungsi spiritual untuk rumah Bali

Tembok Rumah Baliyoutube.com

Dalam desain arsitektur rumah Bali, tembok memiliki fungsi yang agak berbeda daripada rumah pada umumnya. Tembok lebih berperan spiritual selain fungsi utamanya untuk keamanan dan privasi dari pandangan luar. Secara spiritual, tembok tinggi dipercaya dapat menangkal ilmu hitam dan roh jahat. Untuk memadukan gaya arsitektur rumah Bali dengan gaya modern, tembok-tembok tinggi bisa berhiaskan lampu dengan kotak kayu, pohon palem, pisang-pisangan, atau deretan bambu hias.

Aturan Feng Shui ala rumah Bali

Rumah Bali Fengsuipinterest.com

Setiap rumah Bali khususnya rumah tradisionalnya, dibangun mengikuti aturan bernama Asta Kosala Kosali, yang sama dengan aturan Feng Shui dalam kebudayaan Tiongkok. Kosala Kosali menjadi patokan arah dan sudut pada setiap rumah tradisional di Bali. Secara umum, sudut utara-timur adalah area suci sehingga pura di dalam rumah harus berada di sudut ini. Sementara sudut selatan-barat dianggap lebih rendah.

Pura kecil menjadi bagian dari arsitektur rumah Bali

Pura Rumah Baliblogspot.com

Masuknya agama Hindu di pulau Bali memberikan dampak yang cukup signifikan, terutama pada gaya arsitekturnya. Arsitektur rumah Bali secara umum didominasi oleh pengaruh Hindu sejak kedatangan Majapahit ke pulau ini pada abad ke-15. Kedatangan Majapahit ini juga meninggalkan kebudayaan berupa teknik pahatan pada batu yang kemudian difungsikan sebagai patung atau Pura.

Seiring dengan perkembangan zaman, kehadiran patung dan pura kecil begitu melekat dan identik dengan gaya arsitektur rumah Bali. Hampir seluruh rumah Bali memiliki pura kecil di bagian depan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhurnya yang telah meninggal, juga menjunjung tinggi hubungan dengan sang Pencipta.


Itulah 8 fakta menarik tentang rumah Bali. Bagaimana? Ada hal-hal yang belum kamu tahu sebelumnya, bukan? Bagi kalian yang tertarik membaca artikel-artikel menarik lainnya, jangan lupa kunjungi dekoruma ya!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

article_cicilan_0_percent
Voucher Dekohouse