Awas, Ini 7 Bahayanya Lilin Aromaterapi!

Artikel ini dibuat oleh tim konten Dekoruma. Setiap hari, kami menerbitkan cerita mengenai rumah, ikuti di sini.

Lilin merupakan satu bagian yang tak terlepaskan dari sejarah kehidupan manusia. Ia hadir tidak hanya sebagai alat penerang, namun juga sebagai unsur dekoratif penambah kecantikan di suatu ruang dan juga salah satu cara mengatur suasana hati. Suasana hati yang buruk biasanya bermula dari kondisi pikiran yang stres, oleh karena itu muncul banyak cara untuk membuat seseorang rileks, salah satunya dengan lilin aromaterapi yang menggunakan bahan yang berasal dari minyak esensial atau minyak atsiri.

Tapi jangan salah, lilin aromaterapi juga berpotensi meningkatkan kadar partikel berbahaya di udara. Ingin tahu apa saja bahaya yang ada di balik harumnya lilin aromaterapi? Yuk, baca sampai habis!

1. Lilin Aromaterapi Dapat Menyebabkan Asma

Bagi para penderita asma, harum dari lilin aromaterapi harus diminimalisir atau malah dihindari sama sekali, apalagi untuk jangka waktu yang lama. Lalu apa yang menyebabkan lilin aromaterapi memicu asma?

Lilin aromaterapi terbuat dari bahan kimia tertentu yang menguap, partikel kimia yang beterbangan di dalam ruangan dapat membuat saluran pernapasan tersumbat.

Bahaya Lilin Aromaterapishutterstock.com

Menurut pernyataan dari presiden American College of Allergy, Asthma, and Immunology Dr. Stanley Fineman, ada data yang mampu membuktikan bahwa paru-paru bisa saja mengalami perubahan fungsi saat bahan kimia dalam produk lilin aromaterapi mengenai organ pernapasan vital satu ini. Sebagian besar penderita asma memang sangat sensitif, lilin aromaterapi pun bisa menjadi pemicu iritasi.

2. Lilin Aromaterapi Dapat Memicu Alergi Tertentu

Selain terganggunya sistem pernapasan, lilin aromaterapi juga dapat menyebabkan alergi tertentu seperti hidung tersumbat, hidung berair, bersin-bersin, hingga sesak nafas yang bias saja terjadi pada seseorang yang memiliki riwayat alergi.

Lilin Aromaterapi Dapat Memicu Alergi Tertentushutterstock.com

Masih dari pernyataan yang diungkapkan Dr. Stanley Fineman, pasien-pasien yang mengalami alergi akibat menghirup lilin aromaterapi pada dasarnya memang tidak sadar bahwa gejala-gejala alergi yang timbul merupakan efek dari lilin aromaterapi. Tak semua produk pengharum ruangan bisa memicu gejala alergi, tergantung dari imun seseorang dalam menghadapi wewangian tertentu.

3. Lilin Aromaterapi Meningkatkan Risiko Kanker

Lilin Aromaterapi Meningkatkan Risiko Kankershutterstock.com

Efek dari lilin aromaterapi yang berbahaya dan ditakuti adalah memicu kanker.
Zat kimia yang yang dihasilkan dari lilin aromaterapi maupun produk sejenisnya seperti pengharum ruangan (padat, cair, maupun semprot) akan menghasilkan molekul-molekul yang akan berubah saat zat kimia bersentuhan dengan udara bebas sekaligus menghasilkan molekul kimia Formaldehida.

Formaldehida berpotensi mengubah struktur DNA dan memicu tumbuhnya sel-sel penyakit kanker hidung dan kanker tenggorokan.

4. Aromaterapi Memicu Bertumbuh dan Berkembangnya Tumor

Aromaterapi Memicu Bertumbuh dan Berkembangnya Tumorshutterstock.com

Sesekali menghirup lilin aromaterapi memang tidak masalah. Namun, penggunaan jangka panjang yang sering mampu meningkatkan risiko bertumbuhnya sel tumor, terutama pada organ pernapasan. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Prof. Alastair Lewis dari University of New York, terdapat molekul dari zat-zat kimia organik yang dapat mengalami perubahan ketika menyatu dengan udara bebas pada lilin aromaterapi.

Aroma kayu gaharu dan kayu cendana yang dianggap aman rupanya justru memiliki tingkat bahaya yang lebih tinggi daripada rokok. Keduanya diketahui mampu merusak DNA menurut John Naish dari DailyMail.

5. Lilin Aromaterapi Dapat Menyebabkan Autisme pada Anak

Banyak produk pewangi di mana salah satunya lilin aromaterapi mengandung bahan-bahan yang dapat membahayakan bila disandingkan dengan kesehatan jangka panjang. Pada pewangi, biasanya terdapat bahan phthalates yang merupakan kelompok bahan kimia lain yang sering diduga sebagai sumber suatu bau wangi.

Riset yang dilakukan oleh Dr. Philip J. landrigan dari Mount Sinau Children’s Environmental Health Center mengungkapkan bahwa paparan yang terus-menerus dari bahan phthalates kepada janin sering dihubungkan dengan autism.

Lilin Aromaterapi Dapat Menyebabkan Autisme pada Anakshutterstock.com

Inilah mengapa wanita hamil harus ekstra hati-hati ketika produk wewangiannya seperti lilin aromaterapi mengandung phthalates pada penggunaan sehari-hari. Bahaya dari lilin aromaterapi sintetik dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin dalam kandungan.

Bila saja bayi yang baru lahir terpapar wewangian lilin aromaterapi terus-menerus maka dapat mempengaruhi kinerja dan pertumbuhan otaknya, padahal konsekuensi yang secara tidak sadar sedang menjangkiti si buah hati akan bertahan seumur hidup.

6. Lilin Aromaterapi Dapat Membuat Pusing dan Sakit Kepala

Meski memiliki aroma yang wangi dan sedap dihirup, lilin aromaterapi juga dapat mengakitbatkan pusing dan sakit kepala. Paraffin merupakan bahan utama pada kebanyakan lilin konvensional, tak terkecuali lilin aromaterapi, dan merupakan limbah lumpur dari industri perminyakan.

Lilin Aromaterapi Dapat Membuat Pusing dan Sakit Kepalashutterstock.com

Ketika lilin aromaterapi dibakar, lilin aromaterapi tersebut melepaskan senyawa karsinogenik. Asap yang timbul dari pembakaran lilin aromaterapi memiliki kemiripan dengan senyawa yang dilepaskan dari sebuah mesin disel dan memiliki tingkat berbahaya setara asap rokok.

Selain itu, terdapat zat yang cukup berbahaya yaitu toluene dan benzene, yang juga merupakan  zat karsinogenik yang memiliki dampak tertentu pada sistem saraf dan dapat menyebabkan pusing serta sakit kepala kepada orang-orang tertentu yang menghirupnya.

7. Masalah Jantung dan Paru-Paru

Hal yang paling ditakutkan adalah bila organ paling vital dalam tubuh kita terancam bahaya karena lilin aromaterapi. Maka dari itu penting untuk memiliki banyak pengetahuan tentang benda-benda yang ada di sekitar kita. Lilin aromateraepi pada dasarnya melepaskan partikel karbon dan logam (yang bersumber dari sumbu lilin aromaterapi dan hasil dari proses industry lilin).

Aromaterapi Menyebabkan Masalah Jantung dan Paru-Parushutterstock.com

Namun penelitian di Amerika Serikat menemukan bahwa lilin aromaterapi yang terbakar dari jenis apapun meningkatkan partikel polusi hingga 30 persen di dalam suatu ruangan, bahkan pintu dan jendela yang terbuka (ventilasi) pun tidak banyak membantu.

Dr. Neil Klepeis dari San Diego State University mengobservasi 300 rumah keluarga yang terkait dengan masalah polusi ini, termasuk partikel halus yang berukuran antara 0,5 dan 2,5 mikrometer, sebuah kisaran yang mencakup debu, spora jamur dan emisi kendaraan, yang dapat menganggu sistem saraf pada jantung dan paru-paru, apalagi bagi orang yang memiliki jantung dan paru-paru sensitif.

article_cicilan_0_percent
Voucher Dekohouse