Cegah Banjir di Musim Hujan, Saatnya Kelola Sampah Rumah Tangga dengan Baik!

Artikel ini dibuat oleh tim konten Dekoruma. Setiap hari, kami menerbitkan cerita mengenai rumah, ikuti di sini.

Sampah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan sejumlah permasalahan, terutama bencana banjir yang kerap datang saat musim hujan tiba.  Sebaik apapun sistem drainase yang ada jika permasalahan sampah rumah tangga tidak dapat ditanggulangi dengan baik, maka sampah tersebut akan menyumbat saluran sehingga air pun sulit mengalir.

Mengolah sampah rumah tanggashutterstock.com

Beberapa permasalahan lainnya yang sering ditimbulkan oleh sampah rumah tangga adalah pencemaran udara akibat bau tak sedap, pencemaran air tanah dan lingkungan perairan, serta penyebaran penyakit. Karena produksi sampah terbesar di Indonesia berasal dari rumah tangga, maka tidak ada salahnya untuk membantu mencegah beberapa permasalahan yang dapat memberikan dampak negatif baik bagi kesehatan diri maupun lingkungan.

Berikut adalah cara pengolahan sampah rumah tangga yang dilandaskan prinsip 4R, yakni reduce, reuse, recycle, dan recovery.

Ketahui jenis-jenis sampah

Pengelompokkan sampah rumah tanggashutterstock.com

Sebelum mulai melakukan pengolahan sampah rumah tangga, ada baiknya untuk kamu mengetahui jenis-jenis sampah rumah tangga. Berbeda jenis-berbeda juga cara mengolah dan menguraikannya.

Sampah organik

Sampah organik merupakan sampah rumah tangga yang berasal dari makhluk hidup yang dapat terurai dengan baik di alam. Sampah rumah tangga ini kemudian diklasifikasikan lagi berdasarkan kandungan airnya kedalam sampah organik kering dan sampah organik basah.

Sampah organik basah bersumber dari sisa bahan makanan, seperti sayuran, buah-buahan dan kulitnya, dan ampas teh. Sedangkan sampah organik kering biasanya berupa dedaunan, tangkai tanaman, dan serbuk kayu.

Jenis sampah rumah tangga bahan berbau dan berbahayashutterstock.com

Sampah anorganik

Sebaliknya, sampah rumah tangga yang satu ini tidak berasal dari makhluk hidup. Sebagian besar sampah anorganik berasal dari benda-benda buangan berbahan plastik, logam, styrofoam, dan kaca. Sampah rumah tangga ini sulit terurai di alam karena proses dekomposisinya berlangsung secara perlahan bahkan membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya.

Sampah bahan berbahaya dan beracun

Kaleng cat, tinta printer, baterai, insektisida, deterjen, dan bola lampu termasuk ke dalah sampah bahan berbahaya dan beracun (B3). Sampah rumah tangga ini mengandung bahan kimia beracun yang bisa membahayakan apabila dibiarkan terurai begitu saja.

Mengurangi produksi sampah

Tas kanvas multifungsi untuk mengurangi sampah rumah tanggashutterstock.com

Setelah mengenal produk-produk sampah rumah tangga, kini saatnya kamu mencoba menerapkan teknik-tenik pengolahannya. Dimulai dari yang paling sederhana, yaitu mengurangi produksi dengan sampah rumah tangga itu sendiri, terutama untuk sampah rumah tangga yang sulit terurai seperti sampah plastik.

Untuk mengurangi penggunaan sampah plastik, kamu dapat mengantinya dengan kantong kertas atau tas kanvas multifungsi, praktis, dan mudah dibawa ke mana-mana. Utamakan juga penggunaan produk isi ulang (refill) ketimbang produk-produk sekali pakai. Hindari juga membeli makanan yang dibungkus styrofoam, gunakan kotak makanan yang tahan lama.

Buat sistem pemilahan sampah sederhana di rumah

Menyediakan berbagai jenis tempat sampah rumah tanggashutterstock.com

Pisahkanlah sampah rumah tangga sesuai dengan jenisnya. Sampah organik kering dan basah pun perlu dipisahkan demi mempermudah proses pengolahan. Bedakan warna atau bentuk wadah dan beri label pada bagian depannya sehingga kamu tidak membuang sampah di tempat yang salah.

Memilah sampah rumah tanggashutterstock.com

Awalnya mungkin akan merepotkan, namun apabila kegiatan memilah-milah sampah rumah tangga sudah sering dipraktikan, ini akan menjadi sebuah kebiasaan.Tempat sampah rumah tangga ini sebaiknya dibersihkan secara rutin sehingga tidak menimbulkan bau tak sedap dan menghalau bakteri dan kuman penyakit berkembangbiak di sana.

Melakukan daur ulang sampah

Daur ulang sampah rumah tangga anorganik dan B3shutterstock.com

Daur ulang sampah rumah tangga sangat penting dilakukan terutama untuk sampah anorganik.  Proses daur ulang sampah rumah tangga meliputi penggunaan kembali bahan bekas tanpa mengubah bentuk aslinya, namun memiliki fungsi yang berbeda. Seperti kemasan plastik yang dapat dijadikan tas atau kreasi bahan bekas lainnya.

Jika ditekuni dengan baik daur ulang sampah rumah tangga bisa memeberikan keuntungan tersendiri untukmu karena dapat menjadi lahan usaha baru.

Sampah rumah tangga elektronikshutterstock.com

Sedangkan untuk mendaur ulang sampah elektronik atau sampah B3, kamu bisa mendonasikannya jika masih berfungsi dengan baik atau membawanya langsung ke pusat daur ulang. Adapun perusahaan elektronik yang menerima sampah elektronik untuk diolah kembali, jadi kamu bisa mengembalikannya ke sana.

Jelas sekali membakar sampah rumah tangga bukan solusi pengolahan sampah anorganik dan sampah B3 yang baik. Asapnya dapat menghasilkan gas beracun yang menyebabkan pencemaran udara sekaligus rawan menimbulkan kebakaran.

Mengolah sampah menjadi kompos

Kompos dari sampah rumah tangga organikshutterstock.com

Sampah organik pun dapat diproses kembali menjadi pupuk atau kompos karena menghasilkan mikroorganisme yang menyuburkan tanah.

Sebenarnya proses pengolahan sampah rumah tangga ini sudah dikenal luas, namun masyarakat masih enggan melakukannya karena sampah organik baunya lebih menyengat dan lebih kotor. Padahal ini merupakan cara pengolahan sampah rumah tangga yang paling efektif. Selain kompos, sampah organik basah dapat diolah menjadi pupuk cair yang lebih ramah lingkungan.

Sampah rumah tangga hasilkan energishutterstock.com

Beberapa proses di atas telah mewakili prinsip reduce, reuse, dan recycle. Pengolahan sampah rumah tangga dalam jumlah yang lebih banyak dapat ditransformasikan menjadi sumber energi atau bahan bakar. Proses inilah yang dinamakan dengan recovery.

Jika ingin sukses mengelola sampah rumah tangga dengan baik, keterlibatan anggota keluarga lainnya dalam praktik pengelolaannya juga sangat menentukan. Maka dari itu, yuk ajak anggota keluargamu untuk sama-sama merawat kebersihan dan kesehatan lingkungan!

article_cicilan_0_percent
Voucher Dekohouse