Penghuni Kos, 7 Kebiasaan Buruk Ini Bikin Kamar Kotor dan Bau, Lho!

Artikel ini dibuat oleh tim konten Dekoruma. Setiap hari, kami mempublikasikan cerita mengenai rumah, ikuti disini.

Wahai kamu para penghuni kos! Pernah nggak sih merasa kamar kos terasa sangat kotor dan bau padahal baru saja dibersihkan beberapa hari lalu? Bisa jadi hal itu terjadi karena kamu masih memelihara kebiasaan buruk yang tanpa sadar kamu terus lakukan. Kebiasaan tersebut nampaknya terlihat simpel, tapi efeknya luar biasa, lho! Kamar kos yang awalnya indah lama kelamaan nggak nyaman ditinggali dan jadi sarang penyakit.

Kebiasaan buruk ini harus kamu ubah supaya kamar kos bisa lebih enak digunakan dan mendukung metabolisme tubuhmu. Apa saja kebiasaan buruk tersebut? Bisa jadi, selama ini kamu melakukan satu atau beberapa kebiasaan di bawah ini. Yuk, kita simak bersama!

Tidak membuka jendela kamar

jendela kamar gorden warna hitamshutterstock.com

Memiliki hukum yang sama seperti rumah, kamar kos pun harus memiliki pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik. Kebiasaan menutup jendela dan gorden akan membuat kondisi di kamar kos lembap. Kasur dan perlengkapan tidur jadi terasa nggak enak saat digunakan. Bau yang dihasilkan memang bisa diatasi dengan pengharum ruangan, tapi aroma tak sedap akan kembali datang ketika bau pengharum sudah hilang.

Tak hanya itu, kebiasaan buruk ini mendukung jamur menggerogoti barang kesayangan dan bakteri yang bisa mengganggu kesehatan. Jijik banget, kan? Maka dari itu, setiap pagi usahakan untuk membuka jendela supaya ada cahaya dan udara masuk. Takut orang lain melihat kamarmu saat kamu nggak ada di tempat? Kamu bisa atasi dengan tidak menutup jendela terlalu rapat dan memakai gorden yang agak tembus pandang. Siasat ini tetap memperbolehkan ruangan menerima cahaya dan udara.

Rambut rontok yang nggak langsung dibereskan

sisir dan rambut rontokshutterstock.com

Permasalahan utama yang dialami anak kos khususnya perempuan adalah rambut rontok. Banyak maupun sedikit, helaian rambut rontok akan berhamburan di lantai. Bayangkan saat kamu berjalan di lantai kamar kos, rambut terselip di jari-jari kaki. Selain itu, jika ada baju yang terjatuh dari gantungan secara tak sengaja, rambut-rambut akan menempel di sana.

Mulailah untuk menerapkan kebiasaan rajin membersihkan rontokan rambut langsung setelah menyisirnya. Saat lantai yang penuh dengan rambut basah setelah keramas, jangan takut untuk menggunakan jarimu untuk membersihkannya. Gabungkan jadi satu dan putar rambut-rambut tersebut supaya mudah diambil dan lebih ringkas. Jika rambut tercecer di lantai, bisa banget dikumpulin pakai solatip biar langsung terkumpul.

Membuang sampah basah di kamar

membuang sampah makanan di kamarshutterstock.com

Pada dasarnya, semua hal yang sudah tidak bisa digunakan harus dibuang ke tong sampah. Ada perbedaan di antara sampah kering dan basah. Sampah kering seperti tisu dan plastik tidak memberikan bau apapun, tetapi sampah basah yang dimasukkan dalam tong sampah kamar dalam waktu lama bakal menghasilkan bau nggak sedap. Hal ini dikarenakan sampah basah seperti makanan dan minuman jadi basi.

Memiliki tempat untuk membuang sampah dalam kamar merupakan tindakan yang tepat, kok. Namun, ada baiknya bila kamu menggunakan tong sampah kamar untuk sampah kering saja. Sampah basah langsung dibuah di luar kamar. Dengan memelihara kebiasaan ini, kamar kos nggak akan bau.

Handuk yang dijemur di dalam kamar

handuk dijemur di dalam kamarshutterstock.com

Nah, kebiasaan buruk yang satu ini tanpa sadar menimbulkan bau tak sedap juga, lho. Kebiasaan menjemur handuk dalam kamar memang memudahkan kita mengambil handuk untuk mandi, khususnya kamar kos dengan kamar mandi dalam. Namun, handuk yang basah usai dipakai jadi lembap dan nggak baik bila dijemur di kamar.

Sediakan jemuran di luar dekat pintu kamarmu dan keringkan handuk di sana. Cara ini paling menguntungkan karena kamu nggak harus keluar kamar dan jauh-jauh mengambil handuk yang dijemur. Pula, jangan lupa untuk menerapakan kebiasaan mencuci handuk seminggu sekali untuk handuk yang lebih sehat digunakan.

Tidak langsung menyiram feses

kloset putihshutterstock.com

Untuk kamu yang tinggal di kamar kos dengan kamar mandi dalam, kloset WC yang berwarna coklat sudah jadi konsumsi sehari-hari. Selain karena aliran air kloset, feses yang dibiarkan terlalu lama saat kamu sedang buang air besar bisa jadi faktor penyebabnya. Kebiasaan satu ini mungkin dirasa tidak boros air, tapi efeknya sangat terasa.

Mulailah untuk langsung menyiram feses saat kamu sudah mengeluarkannya. Jangan tunggu sampai kamu selesai buang air besar baru disiram karena feses yang didiamkan terlalu lama akan menempel di dinding kloset WC dan membuatnya kecoklatan dalam waktu yang cepat. Hal ini akan meringankan kamu saat waktunya bersih-bersih kamar mandi.

Tidak mengembalikan barang di tempat semula

barang berceceran di kamar

shutterstock.com

Kebiasaan buruk ini sudah jadi makanan sehari-hari. Karena alasan malas, kita tidak meletakkan barang yang diambil ke tempat semula. Dalam otak kita sudah diingat bahwa akan mengembalikannya sesuai bermalas-malasan di kursi tapi hasilnya tidak seperti itu. Justru, kebiasaan buruk ini terus dilakukan dan tanpa sadar, kamar kos jadi sangat berantakan.

Melakukan kebiasaan mengembalikan barang ke tempat semula sebenarnya mudah, tapi perlu komitmen yang kuat. Menurut Phillipa Laly, seorang peneliti kesehatan psikologis dari University College London, bersama tim penelitiannya mengungkapkan bahwa seseorang butuh melakukan suatu kegiatan sebanyak 66 kali agar kegiatan tersebut  bisa menjadi kebiasaan. Maka dari itu, kamu harus rajin melakukan hal ini demi kamar kos yang lebih sehat.

Pakaian yang digantung terlalu lama

pakaian digantung dalam kamarshutterstock.com

Kebiasaan menggantungkan pakaian yang sudah dipakai namun dirasa masih bersih sering dilakukan dengan pemikiran akan dipakai lagi. Jika kamu menumpuk terlalu banyak, pakaian-pakaian tersebut bakal jadi sarang nyamuk, lho. Usut punya usut, nyamuk menyukai bau manusia. Jadi, nggak heran kalo nyamuk suka bertebaran di dekat kita.

Melansir dari popsugar.com, ada beberapa jenis pakaian dengan batas pemakaian hingga akhirnya dimasukkan ke kantung baju kotor dan dibersihkan. Kaos, legging, dress, blus, dan kemeja boleh dipakai sekali hingga dua kali. Pakaian berbahan jeans dan jaket atau sweater bisa digunakan lima hingga enam kali. Celana kain, celana pendek, dan rok harus dicuci setelah tiga hingga empat kali pemakaian.

Dengan mengubah kebiasaan buruk di atas menjadi kebiasaa baik, kamu akan mempermudah dirimu sendiri saat bersih-bersih nantinya. Beban yang harus kamu tanggung akan berkurang. Pula, lama durasi bersih-bersih jadi lebih singkat sehingga kamu bisa melakukan kegiatan lain yang lebih bermanfaat. Yuk, mulai hidup bersih dan sehat!

article_cicilan_0_percent
Voucher Dekohouse