Sebelum Menyewa Kontraktor untuk Bangun Rumah, Tanyakan 6 Hal Ini!

Artikel ini dibuat oleh tim konten Dekoruma. Setiap hari, kami menerbitkan cerita mengenai rumah, ikuti di sini.

Adanya pengerjaan konstruksi yang rumit mengharuskan kamu—yang merenovasi atau membangun rumah—untuk memakai jasa kontraktor. Kendati kontraktor lebih dikenal menangani proyek properti berskala besar seperti apartemen dan perkantoran, jasa profesional ini dapat lebih dipercaya dibandingkan jasa pemborong karena telah memiliki sertifikasi resmi.

Lantas, bagaimana cara memilih kontraktor yang tepat?

kontraktor jabat tangan dengan helm di mejashutterstock.com

Kontraktor yang kamu pilih tidak hanya menentukan biaya pembangunan rumah nantinya, namun juga hasil akhir dari pengerjaannya. Sekalipun kamu telah mendapatkan rekomendasi dari orang-orang yang kamu percaya, belum tentu cara kerja, sistem pembayaran, dan sistem pelaksaanaan proyeknya sesuai dengan apa yang telah kamu rencanakan.

Untuk itu, ada baiknya melangsungkan sesi interview dengan para calon kontraktor dan menanyakan beberapa hal berikut supaya tidak menyesal di kemudian hari.

1. Jenis proyek yang telah ditangani

kontraktor di proyek pembangunan rumahshutterstock.com

Jasa kontraktor memang telah terverifikasi secara resmi, para pekerjanya pun merupakan tenaga ahli yang sudah pasti mumpuni di bidangnya. Namun, kamu tetap harus menyesuaikan profil proyek yang sudah ditangani oleh calon kontraktor dengan konsep rumah impian.

Jika memang sesuai, perhatikan bagaimana kualitas dari hasil kerja kontraktor. Jangan ragu untuk bertanya pada klien sebelumnya untuk memverifikasi kredibilitas dan kualitas hasil akhir dari pengerjaannya.

2. Lama pengerjaan setiap proyek

kerangka rumah kayu dengan kontraktorshutterstock.com

Selain menelusuri rekam jejak proyek kontraktor tersebut, pastikan juga apakah mereka menyelesaikan proyek secara tepat waktu, sesuai periode dalam perjanjian di kontrak kerja.

Sekalipun terdapat perpanjangan waktu, ketahui penyebabnya lebih jelas, apakah dikarenakan kendala di lapangan, kondisi cuaca, atau minimnya ketersediaan material. Permasalahan seperti ini masih dapat dimengerti, namun hindari kontraktor yang kerap memperpanjang waktu pelaksanaan proyek akibat efisiensi kerja yang kurang maksimal.

3. Sistem perjanjian pelaksanaan proyek

Surat perjanjian dengan kontraktorshutterstock.com

Sebelum pelaksanaan proyek dilangsungkan, kesepakatan perlu dilakukan antara penyedia jasa kontraktor dan penggunanya melalui perjanjian kerja atau kontrak kerja. Hal-hal yang disepakati di antaranya adalah: lingkup pengerjaan proyek, jangka waktu proyek, harga, sistem pembayaran, dan konsekuensi pelanggaran perjanjian.

Pastikan kamu telah memahami kontrak kerja dengan kontraktor dengan baik. Jika terdapat kausal yang dianggap membingungkan atau malah merugikan pihak pengguna jasa, jangan ragu bertanya dan menuntut renovasi. Dalam perjanjian ini juga, sebaiknya kamu mengetahui dengan jelas apa saja yang menjadi hak dan kewajiban kedua belah pihak.

4. Sistem pembayaran proyek

pria membayar kontraktor dengan uang tunaishutterstock.com

Terdapat dua jenis sistem pembayaran jasa kontraktor, yaitu pembayaran bertahap atau termin dan sistem cost and fee. Perbedaan kedua sistem pembayaran ini terletak pada siapa yang berperan sebagai pengelola proyek dan masa pembayarannya.

Dalam sistem pembayaran termin, terdapat empat tahapan pembayaran kontraktor. Mulai dari down payment (DP) senilai 20-30 persen dari total biaya, pembayaran tahap kedua saat proyek telah 50 persen selesai hingga ke pelunasan akhir saat proyek telah sepenuhnya selesai. Sedangkan, kontraktor mengendalikan secara penuh pengelolaan keuangan proyek untuk sistem cost and fee, kamu sebagai pengguna jasa hanya perlu membayar anggaran yang ditetapkan setiap bulannya.

5. Siapa penanggung jawab proyek

kontraktor menunjuk dinding semen kepada priashutterstock.com

Tim kontraktor biasanya akan melaporkan perkembangan proyek melalui penanggung jawab proyek. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk aktif berkomunikasi dengan penanggung jawab proyek.

Jika terjadi kendala dalam pelaksanaan proyek, penanggung jawab proyeklah yang akan menyampaikan langsung kondisi yang terjadi di lapangan. Solusi dari permasalahan tersebut juga bisa langsung dikonsultasikan bersama penanggung jawab proyek.

6. Bentuk garansi yang diberikan

kunci rumah dari kontraktor proyek rumahshutterstock.com

Penyedia jasa kontraktor profesional umumnya menyertakan garansi dalam perjanjian kerja. Garansi dapat digunakan ketika terdapat kerusakan pada bangunan setelah proyek dirampungkan oleh kontraktor. Namun setiap kontraktor menyediakan bentuk garansi yang berbeda-beda, dan ini berhubungan dengan cakupan kerusakan yang akan ditangani nantinya.

Sudah seharusnya kamu melakukan pertimbangan mendalam sebelum memilih kontraktor mana yang tepat untuk membangun rumah impian. Pasalnya, pemakaian jasa mereka memang memerlukan anggaran yang lebih besar ketimbang menggunakan jasa pemborong.

Selama pelaksanaan proyek berlangsung, usahakan untuk selalu memantau pengerjaan kontraktor dan menjaga komunikasi dengan baik agar keberlangsungan proyek berjalan dengan lancar.

article_cicilan_0_percent
Voucher Dekohouse