Tidur Tanpa Bantal, Apakah Baik untuk Kesehatan?

Artikel ini dibuat oleh tim konten Dekoruma. Setiap hari, kami menerbitkan cerita mengenai rumah, ikuti di sini.

Hal-hal sepele seperti tidur memakai bantal atau tidak ternyata dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap kesehatan tubuh. Berperan penting dalam menunjang kenyamanan saat tidur, bantal menjadi elemen penting dalam meningkatkan kualitas tidur seseorang.

orang menutupi muka dengan bantal putih di atas ranjang penuh dengan buku sebagai kepala kasurshutterstock.com

Kebiasaan menggunakan alas kepala untuk tidur sebenarnya sudah berlangsung sejak 9000 tahun yang lalu, kala masyarakat Mesopotamia memanfaatkan batu untuk menopang kepala mereka saat tidur. Penelitian pun menyatakan penggunaan bantal sebagai alas tidur sekarang ini merupakan suatu kebutuhan yang tak terhindarkan.

Namun, ada sebagian orang yang lebih nyaman tidur tanpa menggunakan bantal karena mereka percaya bahwa hal ini lebih baik bagi kesehatan. Tapi, apakah benar begitu?

Posisi Tubuh Saat Tidur

perempuan tidur dengan posisi tangan ke atas dan kepala di atas bantalshutterstock.com

Untuk menjawab apakah pertanyaan tersebut ada benarnya, kamu perlu mengenali bagaimana posisi tidurmu. Posisi tidur sangat menentukan jenis kasur dan perlengkapan kamar tidur seperti apa yang dapat mendukung kenyamanan tidurmu, termasuk apakah kamu membutuhkan bantal atau tidak sebagai alas kepala.

tiga perempuan tidur di atas matras dan bantal dengan posisi tidur yang benar dan salah shutterstock.com

Posisi tidur sangat mempengaruhi kelurusan struktur tulang dan saraf pada tubuh. Setiap orang memang memiliki bentuk tulang belakang yang berbeda-beda, namun idealnya posisi tubuh saat tidur tetap mengikuti postur normal saat berdiri tegak di mana tulang belakang tertarik lurus dari telinga ke pergelangan kaki.

Jika kamu sering tidur dalam posisi terlentang, bantal dapat menopang bagian leher dan bahu dalam posisi alaminya. Ia tetap diperlukan walaupun kamu tidur tengkurap atau menyamping untuk menopang bagian tubuh supaya stabil.

Tingkat Keempukan Bantal

tangan menekan bantal empukshutterstock.com

Tingkat keempukkan bantal adalah aspek utama yang perlu dipertimbangkan untuk kenyamanan tidurmu. Terlalu empuk atau pun terlalu keras akan berpotensi mengakibatkan nyeri pada leher.

Selain itu, tingkat keempukkan bantal baiknya menyesuaikan dengan posisi tidurmu. Kamu yang tidur menyamping idealnya menggunakan bantal yang cukup keras sehingga kuat menopang bagian bawah leher, lain dengan kamu yang tidur terlentang karena malah dapat memberikan tekanan yang berlebih pada tulang leher.

Ketebalan bantal juga menentukan kenyamanan posisi tidur. Tidur di atas bantal yang terlalu tinggi dapat membuat otot dan saraf di bagian leher dan bahu menegang.

Tidak pelak lagi, kamu bisa terserang berbagai penyakit seperti nyeri otot, persendian hingga cedera serius, seperti pecahnya tendon. Pastikan posisi kepala, dada, dan punggung selalu dalam keadaan sejajar.

Memilih Bantal yang Tepat

perempuan tidur di atas bantal foamshutterstock.com

Bantal dapat dibilang baik saat ia mampu mempertahankan postur alami tulang leher dan punggung sehingga membuat kamu merasa nyaman. Meski begitu, mencari bantal yang sesuai sangat bergantung dengan kondisi kesehatan setiap orang.

Selain posisi tidur dan tingkat keempukan, pilihan material dan fitur canggih seperti air flow juga perlu diperhatikan, terutama untuk kamu yang gampang berkeringat dan memiliki alergi terhadap debu.

Perawatan Bantal

ranjang di tengah ruangan putih dengan bantal dan selimut rajutanshutterstock.com

Bantal yang mudah menyerap sel-sel kulit mati dan minyak yang dikeluarkan tubuh berpotensi menjadi sarang tungau, debu, dan bakteri jika dibiarkan dalam waktu lama. Bersihkan minimal 6 bulan sekali dan selalu lapisi sarung agar tidak mudah kotor.

National Sleep Foundation juga menganjurkan untuk setidaknya mengganti bantal setahun atau dua tahun sekali dan saat masanya mulai berkurang. Jika ia tidak kembali ke posisi awal saat dilipat menjadi dua bagian, itu juga pertanda sudah waktunya kamu menggantinya.

perempuan memeluk selimut dan tidur di atas bantal putihshutterstock.com

Jika kamu berpikir tanpa bantal, tidurmu jadi lebih lelap dan badan lebih segar, sebaiknya perhatikan dulu bagaimana posisi tidurmu. Beberapa keluhan kesehatan tidur bahkan tidak disebabkan oleh perlengkapan atau alas tidur yang digunakan sama sekali, melainkan oleh posisi tidur yang salah.

Sekalipun kamu tidak membutuhkan alas kepala, kamu mungkin tetap membutuhkan bantal untuk menopang bagian tubuhmu yang lain saat tidur demi menjaga kesehatan tubuh.

article_cicilan_0_percent
Voucher Dekohouse