Jarang Membersihkan Rumah? Awas, 6 Penyakit Ini Muncul Akibat Rumah Kotor!

Artikel ini dibuat oleh tim konten Dekoruma. Setiap hari, kami menerbitkan cerita mengenai rumah, ikuti di sini.

Siapapun tidak akan betah tinggal di rumah kotor. Selain mengganggu kenyamanan, rumah kotor juga mengancam kondisi kesehatan keluarga. Namun banyak dari kamu yang kurang peka memperhatikan tingkat kebersihan rumah karena sering menganggap keadaan rumah kotor sudah cukup bersih untuk kegiatan sehari-hari.

Pengaruh tingkat kebersihan rumah terhadap kondisi kesehatan penghuninya sendiri telah dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan Department of Physical Activity, Indiana University.

Sebagaimana dilansir Huffington Post, peserta yang tinggal di dalam rumah bersih memiliki kondisi fisik dan mental yang lebih prima serta tingkat imunitas yang lebih tinggi dibandingkan peserta yang menetap di rumah kotor.

Di bawah ini merupakan beberapa penyakit yang kerap menyerang penghuni rumah kotor.

1. Diare

cucian dapur yang kotor dan menumpukshutterstock.com

Salah satu tempat yang paling berpotensi menjadi sarang penyakit di rumah kotor adalah area dapur. Lembaga kesehatan publik NFS International menemukan banyak peralatan masak dan makan di dapur yang rawan mengandung bakteri E.coli, salmonella, dan listeria. Jika sampai tertelan, ketiga bakteri ini dapat menyebabkan diare, kram perut, mual, dan muntah-muntah.

shutterstock.com

Penyebaran penyakit di rumah kotor ini bisa sangat cepat melalui penggunaan peralatan makan itu sendiri. Ketiga bakteri sering tertinggal di dalam wajan, spatula, dan kotak makanan yang tidak dibersihkan secara maksimal. Tidak membersihkan makanan seperti sayuran dan daging sebelum dimasak juga dapat menyebabkan perkembangan bakteri-bakteri ini di rumah kotor.

2. Keracunan

Perempuan menutup mulut dan memegang perut mualshutterstock.com

Kapan terakhir kali kamu membersihkan lemari pendingin? Apakah kamu bisa memastikan makanan belum melewati tanggal kadaluarsa? Penampakan rumah kotor tidak hanya dilihat dari tampilan luarnya saja, namun juga di dalam tempat-tempat penyimpanan yang ada, termasuk kulkas.

Sekalipun makanan disimpan dalam suhu rendah, bakteri dari makanan kadarluarsa, clamplymobacter dan salmonella tetap mampu berkembang dan mengotori makanan yang masih fresh. Bakteri tersebut juga dapat muncul pada makanan yang tersimpan dalam suhu ruangan padahal seharusnya tidak.

kulkas yang rapi dan bersih penuh dengan buah sayur jusshutterstock.com

Imbas dari mengonsumsi makanan yang terkontaminasi dapat memicu keracunan dan infeksi serius yang menyerang sistem kekebalan tubuh manula, anak-anak, dan ibu hamil. Lebih parahnya, bakteri yang berkembang dari kondisi rumah kotor seperti ini dapat menyebabkan penyakit kronis seperti disentri, kolera, dan gagal ginjal.

3. Alergi Saluran Pernafasan

Perempuan menutup hidung dengan tissue dan tanganshutterstock.com

Rumah kotor tentu penuh dengan debu. Sebagai kotoran yang paling banyak menyebabkan gangguan kesehatan, debu menempel di seluruh penjuru rumah kotor sehingga sangat mudah untuk terhisap dan tersentuh oleh kulit.

Saluran pernafasan yang sensitif terhadap serangan debu dapat langsung memperlihatkan sejumlah reaksi seperti bersin-bersin, infeksi tenggorokan, dan sesak nafas.

Debu yang menumpuk di sisi jendelashutterstock.com

Udara di rumah kotor umumnya juga terkontaminasi polusi dan mikroorganisme berbahaya yang dapat menyebabkan alergi pada saluran pernafasan. Menurut Environmental Protection Agency, hal ini dapat disebabkan oleh kotornya sistem ventilasi udara, dinding berjamur, dan bulu hewan peliharaan.

Bahkan, Environmental Science & Technology juga melaporkan alat-alat kebersihan dapat menjadi sumber debu, bakteri, serta virus di rumah kotor karena lalai dibersihkan setelah selesai digunakan.

4. Iritasi Kulit

Kasur sprei putih yang belum dibereskanshutterstock.com

Debu yang menempel pada pelapis perabot rumah kotor, seperti kasur, sprei, dan kain sofa juga dapat mengakibatkan gatal-gatal dan eksim. Tidak hanya debu, jika lalai menjaga kebersihan kasur, tungau dan kutu kasur juga turut mengganggu kenyamanan tidur dan beristirahat di rumah.

Untuk membasmi sarang tungau di rumah kotor, maka sprei kasur perlu dicuci paling tidak seminggu sekali dan sofa perlu dibersihkan menggunakan penyedot debu secara rutin.

5. Demam Berdarah

shutterstock.com

Jika tidak dibersihkan secara rutin, sejumlah area basah dan lembab di rumah kotor, seperti kamar mandi, kolam hias, kolam renang, dan akuarium juga dapat menimbulkan penyakit berbahaya. Air yang tertampung di wadah yang kotor sangat rawan menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti yang menyebarkan penyakit demam berdarah.

Cara mencegahnya adalah segera rutin membersihkan wadah penampung air di rumah kotor selama seminggu sekali dan menempatkan tanaman hias pengusir nyamuk di sekitar wadah air tersebut.

6. Rumah Kotor Pemicu Stres

Rumah kotor berantakan dan pria stres duduk di sofashutterstock.com

Tinggal di rumah kotor juga dapat memengaruhi kondisi psikologis penghuninya. Keadaan rumah kotor dan berantakan membuatmu sulit mendapatkan ketenangan diri karena dilingkupi oleh perasaan tidak nyaman dan tertekan. Tentunya, stres yang kamu alami akibat rumah kotor dapat menghambat aktivitas sehari-hari dan menimbulkan efek buruk bagi kesehatan fisik.

Langkah awal untuk membersihkan rumah kotor memang sulit. Namun, selain melengkapi tampilan estetik interior, membersihkan rumah kotor menjadi tertata rapi dan bersih menguntungkan bagi kesehatan keluarga. Sudah saatnya melawan rasa enggan untuk membersihkan rumah kotor demi hidup yang lebih berkualitas.

article_cicilan_0_percent
Voucher Dekohouse