Berkebun di Rumah Memiliki Sejuta Manfaat, Sudah Tahu?

Artikel ini dibuat oleh tim konten Dekoruma. Setiap hari, kami menerbitkan cerita mengenai rumah, ikuti di sini.

Berkebun di rumah memang tidak selalu membutuhkan lahan terbuka yang luas. Terdapat berbagai jenis sistem berkebun di rumah yang memanfaatkan ruang-ruang sisa di dalam maupun di luar rumah, di antaranya adalah vertikultur dan hidroponik.

Kegiatan berkebun di rumah juga terhitung murah dan praktis karena dapat memanfaatkan alat-alat sederhana yang terdapat di rumah seperti pipa paralon dan botol bekas.

Namun, kegiatan berkebun di rumah sering kali dianggap sebagai kegiatan membosankan yang biasa dilakukan para orang tua atau lansia. Padahal, banyak penelitian menunjukkan bahwa berkebun di rumah adalah aktivitas menyenangkan yang dapat memberikan sejumlah keuntungan bagi pelaku dan lingkungan sekitarnya.

Membakar Kalori

Berkebun dengan menanam tanaman dari pot ke tanahshutterstock.com

Untuk sebagian orang, meluangkan waktu berolahraga atau berkebun di rumah merupakan hal yang sama sulitnya. Namun, penelitian yang dilakukan oleh pakar urban farming David Domoney menunjukkan bahwa kegiatan berkebun di rumah ternyata dapat memberikan dampak baik bagi kebugaran tubuh.

Menurut Domoney, kegiatan berkebun di rumah seperti memotong rumput, menggali, dan menanam dapat membakar 150-200 kalori jika dilakukan selama kurang lebih 30 menit. Jadi, kalori yang terbakar dari aktivitas berkebun di rumah sama saja dengan berlari sejauh 3 km, tapi lebih tidak terasa melelahkan karena beberapa orang lebih menikmati kegiatan berkebun di rumah dibandingkan berolahraga.

Menyehatkan Mental

Ibu Tersenyum di Kebun shutterstock.com

Pada tahun 2010, Agnes E van den Berg, dkk menggarap sebuah studi yang menunjukkan hubungan aktivitas berkebun di rumah dengan kesehatan mental berjudul Allotment Gardening and Health: A Comparative Survey Among Allotment Gardeners and Their Neighbors Without an Allotment. Hasilnya menunjukkan bahwa berkebun di rumah dapat memunculkan ketenangan di dalam pikiran, perasaan bahagia, bahkan mengusir rasa sepi.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam The Conversation oleh pengajar bidang nutrisi dan kesehatan jasmani di University of Westminter, Carly Wood, melaksanakan kegiatan berkebun di rumah, berapapun lamanya, dapat memberikan efek positif seperti meningkatkan kepercayaan diri dan memperoleh kepuasan hidup. Terlebih jika kegiatan berkebun di rumah dilakukan di alam terbuka, maka kegiatan ini dapat menghilangkan perasaan tertekan, gangguan kecemasan, dan depresi.

Memproduksi Bahan Makanan Sehat

Tanaman Hijau di Pot Kayushutterstock.com

Hasil dari kegiatan berkebun di rumah dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Selain itu, makanan organik yang dihasilkan dari aktivitas berkebun di rumah juga mengandung nutrisi yang lebih sehat dan aman bagi kesehatan tubuh. Penelitian turut menunjukkan bahwa makanan yang penuh nutrisi, terutama yang higienis karena dihasilkan langsung dari aktivitas berkebun di rumah, akan mendukung perkembangan otak, kelancaran metabolisme, dan menjaga kesehatan organ tubuh.

Solusi Krisis Ruang Hijau

Berkebun di Lahan Sempitgardenista.com

Ruang terbuka hijau sudah semakin jarang ditemui di area permukiman padat, khususnya di perkotaan. Keberadaan lahan terbuka yang digunakan untuk berkebun di rumah, sekalipun tidak begitu luas, dapat memberikan kontribusi terhadap penambahan ruang terbuka hijau sekaligus memenuhi kebutuhan area resapan di perkotaan.

Selain itu, dengan berkebun di rumah, siapapun akan merasa lebih terhubung dengan alam sekitarnya. Interaksi dengan alam membuat kita lebih menyadari betapa alam memiliki peran penting dalam kelangsungan ekosistem dan siklus hidup manusia.

Meningkatkan Daya Ingat

Ibu Separuh Baya Tersenyum di tengah Kebunshutterstock.com

Dibandingkan orang yang tidak suka berkebun, para manula berusia antara 60 sampai 70 tahun yang rutin berkebun di rumah memiliki resiko yang lebih rendah untuk terjangkit penyakit dementia. Rutin melaksanakan kegiatan berkebun di rumah juga dapat mencegah beberapa penyakit lainnya yang umumnya menyerang di masa senja, seperti penyakit jantung, obesitas, dan tekanan darah tinggi.

Mengeratkan hubungan sosial

Pria berbincang dengan wanita selagi berkebunshutterstock.com

Kegiatan berkebun di rumah tidak hanya menghubungkan pelaku dengan alam sekitarnya, namun juga membuat pelakunya terlibat ke dalam interaksi sosial dan menjadi bagian dalam komunitas.

Masyarakat perkotaan yang gemar berkebun di rumah biasanya tergabung dalam komunitas urban farming di mana mereka bisa saling bertukar ide, pengalaman, keterampilan, dan tips untuk bercocok tanam. Biasanya hubungan sosial yang terjalin antar anggota komunitas begitu kuat, sehingga mereka begitu kompak dan solid dalam mendukung kegiatan berkebun di rumah untuk satu sama lain.

Tanaman Tampak Dekat di Kebun dengan latar belakang orangshutterstock.com

Untuk memperoleh berbagai manfaat ini, kegiatan berkebun di rumah tidak perlu dilakukan setiap hari, kamu bisa melakukannya pada waktu luang atau di akhir pekan. Bukan hanya karena kamu perlu menjaga kondisi kesehatanmu, banyak juga tanaman hias yang tidak perlu dirawat setiap hari. Masih ragu untuk mulai berkebun di rumah?

article_cicilan_0_percent
Voucher Dekohouse