Yakin Sudah Bersih? Inilah Cara Rawat Bak Air yang Benar

Artikel ini dibuat oleh tim konten Dekoruma. Setiap hari, kami mempublikasikan cerita mengenai rumah, ikuti disini.

Apakah masih terdapat bak air di rumahmu? Terlepas dari fungsinya, baik untuk di kamar mandi atau sebagai wadah penampungan air, bak air yang terawat dan bersih sangatlah penting untuk menunjang rumah yang sehat.

Minimnya perawatan bak air atau kesalahan dalam perawatan berisiko buruk bagi kesehatan penghuni rumah, terutama jika bak air yang kamu miliki digunakan untuk menampung air untuk konsumsi, lho!

Ayo, cari tahu lebih dalam mengenai bagaimana cara merawat bak air di rumah dengan baik dan benar!

Kuras Bak Air Secara Berkala

bak air di kamar mandi dengan toilet putih bersihinteriordesign.id

Menguras bak air secara berkala adalah perawatan dasar yang wajib dilakukan untuk menjaga kualitas air dan kebersihan dari wadah penampungan air. Lakukan pengurasan secara rutin seminggu sekali. Hal ini berfungsi untuk menjaga agar air yang tertampung di bak air bebas dari endapan-endapan yang membuat air menjadi kotor dan tidak sehat.

Selain itu, menguras bak air juga akan menjaga air dari berkembangnya parasit atau hama seperti jentik-jentik nyamuk di rumah.

Tak Hanya Kuras, Sikat dan Bersihkan

berbagai jenis sikat kamar mandi gagang hitam putihbusinessinsider.com

Menguras wadah penampungan air saja tidak cukup. Setelah menguras, bersihkan juga bak air dengan menyikat bagian dalam bak penampungan, terutama pada sela-sela antara ubin keramik di mana rentan ditumbuhi alga, lumut, jamur, serta berbagai parasit lainnya.

Setelah disikat, jangan langsung gunakan bak air untuk menampung air. Bilaslah terlebih dahulu dengan air bersih untuk memastikan semua kotoran yang terangkat saat bak disikat terbuang dan tidak bercampur dengan air yang hendak kamu tampung dalam wadah tersebut.

Pastikan Bak Air dalam Keadaan Tertutup

bak air batu alam ditutup dengan kayu bundar dengan gayung kayu di atasnyapinterest.com

Setelah menguras dan membersihkan bak air, kini kamu sudah bisa mulai menampung air kembali. Namun, kali ini cobalah mencari cara untuk menutup bak agar air di dalamnya tidak terkontaminasi dari debu dan kotoran lainnya. Wadah penampungan air yang terletak di luar kamar mandi tentu dapat diberikan penutup seperti pada inspirasi di atas.

Mengingat wabah demam berdarah dengue (DBD) yang melanda Indonesia saat musim penghujan, tentu sangat dianjurkan untuk menutup bak air demi mencegah jentik-jentik nyamuk tumbuh. Bila perlu, jika wadah penampungan air hanya digunakan untuk kebutuhan bersih-bersih, kamu bisa menambahkan bubuk abate untuk mencegah hidupnya jentik-jentik nyamuk.

Jika Bak Air Bocor

memperbaiki bak mandi bocorthespruce.com

Seringkali, kamu tidak akan menyadari saat bak air bocor. Namun, hal ini sering terjadi disebabkan oleh rancangan wadah yang kurang baik ataupun usia wadah penampungan yang sudah cukup lama.

Jika kamu berhasil menemukan sumber kebocoran, kamu perlu menambalnya dengan lem khusus yang antiair. Namun, sebelum digunakan kembali, pastikan lem sudah benar-benar kering agar bahan kimia yang terkandung didalamnya tidak mengontaminasi air yang ditampung.

Namun, jika kebocoran bak air sudah terlalu parah, tak ada salahnya untuk membongkar bak dan membuat ulang wadah penampungan dengan bahan dan desain yang lebih baik dilengkapi lapisan anti-bocor berkualitas.

bak air batu alam di kamar mandi dengan tema natural dan tanaman merambatpinterest.com

Keberadaan bak air terkadang disepelekan. Padahal, wadah penampungan air ini berkontribusi besar bagi kesehatan keluarga. Mulai dari air mandi hingga air untuk konsumsi, jika bak tidak terawat dengan baik dan rutin, air yang ditampung pun akan tercemar dan mengancam kesehatan para penghuni rumah.

Selalu pantau kondisi bak air di rumah agar penghuni rumah selalu sehat dan terbebas dari ancaman penyakit berbahaya seperti DBD. Jangan lupa untuk selalu siapkan bubuk abate dan lem khusus di rumah, ya!

article_cicilan_0_percent
Voucher Dekohouse