Kuat dan Alami, Kenali Material Bambu, Kelebihan dan Kekurangannya!

Artikel ini dibuat oleh tim konten Dekoruma. Setiap hari, kami menerbitkan cerita mengenai rumah, ikuti di sini.

Material bambu menjadi favorit banyak kalangan untuk dipakai sebagai alternatif pengganti kayu yang harganya semakin mahal. Perlu kamu ketahui, budidaya tanaman bambu cukup mudah dilakukan karena proses tumbuh yang cepat sekitar tiga sampai lima tahun saja, di mana hal ini sangat kontras dengan proses tumbuh pohon yang bisa menghabiskan waktu hingga puluhan tahun lamanya.

Selain dapat dikombinasikan dengan material bahan bangunan lain, material bambu juga sangat cocok digunakan di berbagai konsep bangunan, mulai dari etnik, modern, hingga minimalis. Dapat memberikan kesan apik dan natural pada hunian, material ini cocok sebagai konstruksi rumah, pagar, pintu, pembatas ruangan, hingga digunakan sebagai elemen dekorasi.

Namun sebelum memanfaatkannya, ada baiknya kamu mengetahui kelebihan dan kekurangan dari material bambu supaya tak salah dalam penggunaan dan tentunya bisa memaksimalkan pemakaian material ini. Apakah kamu penasaran? Simak ulasan Kania berikut ini, ya!

Harga Terjangkau & Ekonomis

material bambu sebagai pagar dengan disusun dan diikatpinterest.com

Salah satu keunggulan dari material bambu adalah harganya yang sangat ekonomis. Di pasaran, kamu bisa membeli material bambu dengan harga mulai Rp10.000,00 per batang untuk diameter batang 2 cm atau Rp180.000,00 untuk diameter 16 cm.

Tentunya hal ini akan memberikan keuntungan tersendiri, mengingat setiap tahunnya material bangunan mengalami kenaikan harga. Kamu pun bisa menghemat anggaran saat bangun rumah dengan mengombinasikan material bambu dengan material lain seperti kayu maupun besi untuk mendapatkan hasil akhir yang kamu inginkan.

Bersifat Elastis

material-bambu-menjadi-kerangka-terowonganshutterstock.com

Material bambu memiliki rupa yang mirip seperti pipa sehingga mempunyai momen kelembapan yang tinggi. Maka demikian, material bambu dinilai sangat baik untuk memikul momen lentur dan bersifat elastis dengan ketahanan yang baik terhadap angin. Melalui sifat elastis ini, maka tak heran jika material bambu seringkali direkomendasikan untuk dipakai sebagai konstruksi bangunan tempat tinggal yang berada di kawasan rawan gempa.

Sangat Mudah Dibentuk

material bambu untuk bangunan rumah lantai dan pagarshutterstock.com

Ketimbang kayu, material bambu sangat mudah untuk dibentuk dan dibelah. Maka dari itu, material bambu seringkali dimanfaatkan sebagai furniture rumah karena bisa diolah ke dalam berbagai ukuran. Meskipun sangat mudah untuk dibentuk, material ini tetap memiliki kekuatan yang baik untuk menahan beban tarik, geser, tekan maupun tekuk.

Durabilitas Rendah

material bambu yang mulai lapukshutterstock.com

Sayangnya, material bambu memiliki durabilitas yang tergolong rendah karena rentan terserang kumbang bubuk, hama, lumut bahkan air hujan sehingga bangunan maupun perabotan menjadi tidak tahan lama. Adapun, rangka bangunan dari material bambu yang tidak diawetkan tidak dapat bertahan lebih dari lima tahun sehingga menyebabkan popularitasnya belum bisa bersaing dengan material kayu.

Sambungan Cenderung Lemah

material bambu diikat dengan kawat besi hitamshutterstock.com

Rangkaian struktur material bambu biasanya menggunakan pasak, tali ijuk maupun paku sehingga membuat kekuatan sambungan tersebut kurang prima untuk dipakai sebagai konstruksi bangunan. Bahkan, terdapat potensi material bambu menjadi pecah saat disambungkan menggunakan paku sehingga harus dipasang secara hati-hati dan telaten.

Rentan Terbakar

material bambu yang sedikit terbakarshutterstock.com

Kekurangan lain dari material bambu adalah rentan terhadap api sehingga berpotensi lebih mudah terbakar. Meskipun terdapat beberapa cara untuk meningkatkan ketahanan terhadap api, namun kamu harus mengeluarkan biaya yang tinggi untuk menggantinya jika terjadi kebakaran di rumah sehingga kurang efektif.

Melalui informasi terkait kelebihan dan kekurangan material bambu, pemasangan bambu di hunian tentu apik namun perlu telaten dalam memasang dan merawatnya, terlebih jika kamu ingin menggunakannya sebagai konstruksi bangunan. Nah, apakah kamu tertarik memanfaatkan material bambu sebagai pengganti kayu di hunian?

article_cicilan_0_percent
Voucher Dekohouse