Hati-hati! Ketahui Bahaya dari Teknik Pencucian Dry Cleaning

Artikel ini dibuat oleh tim konten Dekoruma. Setiap hari, kami menerbitkan cerita mengenai rumah, ikuti di sini.

Dry cleaning, teknik pencucian yang satu ini sudah pasti tidak asing di telingamu karena hampir semua penyedia jasa laundry memilikinya. Jenis pakaian yang biasa dibawa ke laundry untuk dry cleaning adalah pakaian pesta dan jas, ada juga yang membawa boneka. Pasalnya, pakaian-pakaian tersebut akan rusak bila dimasukkan ke mesin cuci dan dicuci seperti pakaian biasa.

Tapi apakah kamu sudah mengetahui definisi sebenarnya dari dry cleaning? Apakah teknik pencucian ini merupakan langkah tepat untuk mencuci baju kesayangan? Jangan sampai lalai saat mencucinya hingga pakaian malah rusak!

Definisi dry cleaning

pakaian setelah dry cleaning ditumpuk di rak laundryshutterstock.com

Apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, dry cleaning berarti mencuci secara kering tanpa air. Namun sebenarnya, teknik mencuci ini tidak benar-benar kering karena ada cairan yang digunakan dalam prosesnya.

Cairan yang digunakan dalam teknik dry cleaning adalah perchloroethylene. Perchloroethylene ini berfungsi untuk menyingkirkan noda pada pakaian, namun bisa bereaksi pada kulit sehingga penggunaannya membutuhkan alat khusus dan tidak bisa dilakukan sendiri di rumah.

Memilih pakaian untuk dicuci

pakaian warna-warni digantung untuk dipilih dry cleaningvoguelaundry.com

Beda bahan, tentu beda pula cara mencuci baju tersebut. Untuk memilih pakaian yang perlu dicuci dengan teknik dry cleaning, kamu perlu memahami bahannya dulu.

Bahan velvet, sutra, dan wol sebaiknya dikirim untuk dry cleaning, sedangkan katun, kasmir, linen, dan nilon bisa dicuci sendiri di rumah. Jika dilihat dari kategori pakaian, maka yang perlu kamu khusus dicuci dengan teknik ini umumnya adalah rompi, pakaian pesta, jas, mantel, dan padding jacket.

label pakaian hanya untuk dry cleaningshutterstock.com

Kamu juga bisa mengetahui apakah pakaian tersebut bisa dicuci secara dry cleaning melalui label pakaian bertuliskan “dry clean only.” Tapi jika bahan pakaian termasuk yang tidak akan luntur atau rusak, tak ada salahnya mencuci menggunakan tangan saja.

Pada saat mengetesnya, cucilah pada bagian yang tidak terlalu kelihatan. Hal ini perlu kamu pertimbangkan karena dry cleaning terlalu sering bisa merusak pakaian.

Bahaya pada pakaian

perempuan setrika kain setelah dry cleaningthespruce.com

Teknik pencucian dry cleaning bisa merusak pakaian karena melibatkan proses pressing atau setrika menggunakan mesin dengan cara ditekan. Mesin tersebut menggunakan suhu yang tinggi sehingga permukaan pakaian akan terlihat mengilap (bukan dalam arti baik) dan seratnya menipis jika dilakukan terlalu sering.

Ada juga beberapa penyedia jasa dry cleaning yang menggunakan zat bernama sizing untuk membuat kain yang lemas menjadi sedikit kaku supaya lebih mudah ditekan menggunakan mesin.

Himbau petugas dry cleaning

jas warna navy disetrika saat dry cleaningwashingfactory.com

Mengetahui penyebab kemungkinan rusaknya pakaian yang sering di-dry cleaning, berikan himbauan kepada penyedia jasa dry cleaning untuk tidak menggunakan mesin pressing, cukup setrika biasa saja. Selain itu, kurangi frekuensi dry cleaning dengan merawat pakaian dengan baik ketika disimpan dalam lemari pakaian ataupun digunakan.

Beberapa tips untuk menjaga kebersihan pakaian ialah dengan tidak menyemprotkan parfum secara langsung ke permukaan pakaian atau menggunakan pakaian pelapis di bagian dalam supaya noda keringat atau deodoran tidak mengotori pakaian yang tadinya perlu di-dry cleaning secara rutin.

Bahaya bagi pemakai

pria memakai jas dengan pakaian dry cleaning digantungshutterstock.com

Terakhir namun tidak kalah pentingnya, penggunaan zat kimia pada teknik dry cleaning juga berbahaya bagi kesehatan sang pemakai, terutama jika pakaian sering digunakan dan dicuci dengan teknik ini setiap kali dalam jangka waktu panjang. Menurut penelitian Badan Perlindungan Lingkungan Amerika, zat perchloroethylene yang digunakan saat pencucian mengandung tetrakloroetilen yang berpotensi memicu kanker.

Oleh karena itu, bersikaplah bijak untuk urusan dry cleaning. Tak hanya bagi diri sendiri, jangan sampai pakaian kesayangan jadi rusak dan kesehatan keluarga menjadi taruhannya!

article_cicilan_0_percent
Voucher Dekohouse