Kenyamanan Diri di Atas Segalanya, Obsesi Hidup Nyaman Ala Hygge

Artikel ini dibuat oleh tim konten Dekoruma. Setiap hari, kami menerbitkan cerita mengenai rumah, ikuti di sini.

Siapa yang tak suka memanjakan diri. Menikmati secangkir coklat panas ditemani alunan musik santai, ditambah wangi lilin aromaterapi yang menenangkan, jelas jadi cara relaksasi yang diidam-idamkan setiap orang.

Beginilah cara masyarakat Denmark menghabiskan sebagian waktu luangnya. Tak terbatas hanya untuk diri sendiri, terkadang mereka mengajak teman dan keluarga untuk merayakan momen kenyamanan bersama.

Namun “hygge” (dibaca hoo-ga), istilah populer yang digunakan untuk mendeskripsikan kegiatan tersebut, selalu dilakukan di dalam ruangan. Boleh juga mengartikan hygge sebagai cara mereka berlindung dari cuaca dingin dan gelap yang menyelimuti Denmark hampir sepanjang hari. Dari sanalah, hygge jadi begitu identik dengan kehangatan.

keluarga kecil menghabiskan waktu luang dalam tenda ala hyggeshutterstock.com

Pada akhir 2016 lalu, Oxford English Dictionary memasukkan hygge ke dalam rilisan Word of The Year. Hygge pun secara resmi ditambahkan sebagai kosakata baru bersamaan dengan brexit dan post-truth, dua kata yang mewakili peristiwa politik yang memecah belah masyarakat di Inggris dan di Amerika Serikat. Sebaliknya, hygge, yang memiliki arti “kenyamanan”, menjadi kata yang menyatukan masyarakat Inggris dalam sebuah tren. 

Tren hygge memang menjadi fenomena besar di Inggris kala itu. Tidak hanya diterapkan sebagai gaya hidup baru oleh kelas menengah, beberapa kampus bahkan menyelenggarakan seminar khusus tentang hygge. Tujuannya untuk menyebarluaskan wawasan mengenai hygge yang disinyalir menjadi resep ampuh kebahagiaan masyarakat Denmark. 

ruang tamu dengan perapian ala hyggepinterest.com

Pada BBC UK, Hellen Russel, penulis The Year of Living Danishly: Uncovering the Secrets of the World’s Happiest Country, mengatakan konsep hygge yang menekankan pada upaya pemuasan diri menarik perhatian masyarakat Inggris. 

Sekalipun negara lain juga memiliki ekspresi kultural serupa, seperti Gemutlichkeit yaitu kebiasaan masyarakat Jerman mengonsumsi makanan sehat untuk kenyamanan diri, atau Lagom dari Swedia, hygge memiliki gagasan yang lebih unik, ungkap Russel.

Hygge menganjurkan seseorang untuk berbaik hati kepada diri sendiri dengan menikmati segala hal yang dapat memunculkan perasaan bahagia. 

perempuan menikmati pemandangan luar rumah untuk hyggeshutterstock.com

Kemunculan kafe dan restoran Skandinavia di London juga memberikan pengaruh luas terhadap perkembangan tren hygge. Di sana orang sibuk bersosialisasi sambil menikmati minuman, kopi, dan kudapan manis. Desain interior yang menampilkan kesan temaram turut menghadirkan suasana hangat di tengah keakraban.

Seperti yang diungkapkan Claus Andersen, asisten profesor University of Wisconsin-Madison, komponen sosial dalam hygge dapat menciptakan rasa kebersamaan dan penerimaan dalam kehidupan berkomunitas. Rasa saling memiliki ini sangat baik untuk pemulihan jiwa dan kebahagiaan diri.

rak di jendela penuh dengan lilin menyala dan lampu led ala tumblrshutterstock.com

Denmark sendiri telah lima kali menduduki peringkat teratas daftar negara paling bahagia dalam laporan tahunan PBB, The World Happiness Report. Sistem pemerintahan dan kebijakan yang bersifat sosialis-demokratis berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi dan kesetaraan hak publik di Denmark. Karena tak lagi memusingkan persoalan finansial dan terhindar dari konflik sosial, mereka pun bisa lebih berfokus pada kesejahteraan diri. 

Meski banyak yang menganggap Hygge sebagai tren gaya hidup atau tips praktis pengembangan diri (self-help). Penulis buku The Little Book of Hygge: The Danish Way to Live Well, Miek Wiking menolak mengartikannya demikian. 

“Hygge begitu lekat dan tak terpisahkan dari kebudayaan masyarakat Denmark, semacam telah menjadi identitas nasional. Sebagaimana kebebasan menjadi DNA bagi masyarakat Amerika Serikat,” ungkapnya kepada Vice. 

sofa putih dengan throw di depan perapian abu-abupinterest.com

Kendati demikian, Wiking tak berusaha menyembunyikan keberadaan sisi gelap dari hygge. Dalam bukunya, Miek mengungkap hygge memiliki efek buruk bagi kesehatan. Masyarakat Denmark rentan terjangkit penyakit diabetes karena banyak mengonsumsi makanan dengan kadar gula tinggi.

Namun daripada mengkhawatirkan dampak negatif dari hygge, kenapa juga tak memanfaatkan hygge sebagai “jeda” dari tuntutan pola makan sehat, yang kerap kali membuat orang merasa tertekan.

Hingga kini, hygge semakin menjangkau banyak orang di setiap belahan dunia. Jika kamu tertarik merasakan sensasi kenyamanan diri dengan hygge, dekorasi dan penataan rumah bisa disesuaikan untuk menciptakan pengalaman relaksasi yang maksimal.

teh panas pada cangkir dan lilin dengan api menyala di atas nampanshutterstock.com

Matikanlah lampu di kamar tidur dan ganti sumber pencahayaan dengan lilin, semangkuk potpourri dapat ditempatkan di tengah ruangan agar wanginya menyebar ke setiap sudut. Gunakan bahan seprai dengan permukaan halus. Terakhir, tambahkan cushion empuk dan selimut berbulu yang hangat di atas kasur.

Kemudian berbaringlah sambil memejamkan mata, alihkan hal negatif dan tekanan yang memenuhi pikiran karena hygge adalah soal menghadirkan kenyamanan baik dari luar maupun dari dalam diri.

article_cicilan_0_percent
Voucher Dekohouse