8 Fakta Menarik Seputar Perayaan Imlek

Artikel ini dibuat oleh tim konten Dekoruma. Setiap hari, kami menerbitkan cerita mengenai rumah, ikuti di sini.

Serba-Serbi Hari Raya Imlek yang Harus Kamu Ketahui

Dalam hitungan hari, masyarakat keturunan Tionghoa akan menyambut hari raya Imlek. Perayaan Imlek ini dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 1 bulan pertama menurut kalender China dan berlangsung selama 15 hari. Setiap tahunnya perayaan Imlek dilambangkan dengan shio yang berbeda-beda. Nah, untuk tahun ini masyarakat Tionghoa menyambut tahun tikus berunsur logam.

Di samping itu, dalam perayaan Imlek terdapat banyak sekali fakta-fakta menarik. Di antaranya adalah awal mula perayaan tahun baru Imlek hingga sejumlah tradisi yang wajib dilakukan saat menyambut atau merayakan Imlek. Apa saja? Yuk, langsung saja simak delapan fakta menarik seputar Imlek dari Kania berikut ini!

Imlek Sudah Berlangsung Sejak Tahun 1600 SM

kumpulan lampion merah untuk perayaan imlekvivaling.com

Ternyata perayaan tahun baru Imlek sudah berlangsung sejak tahun 1600 SM, tepatnya pada era Dinasti Shang. Pada saat itu masyarakat memiliki kebiasaan untuk memberikan persembahan kepada dewa dewi mereka. Tujuan pemberian persembahan tersebut untuk bersyukur dan memohon rezeki di tahun yang baru. Persembahannya berupa hewan dan budak. Namun, sejak perayaan Imlek tahun 221 SM, memberikan budak sebagai persembahan sudah ditiadakan lagi.

Mengucapkan “Gong Xi Fa Cai” saat Imlek

ilustrasi kepalan tangan seseorang untuk merayakan tahun baru imlekgoogle.com

Mungkin kamu sering mendengar orang-orang mengucapkan kalimat “Gong Xi Fa Cai” pada saat Imlek. Mungkin kamu mengira arti dari kalimat tersebut adalah “Selamat Tahun Baru”, tapi perlu kamu ketahui bahwa kalimat tersebut bukan berarti selamat tahun baru, melainkan “Selamat dan Sejahtera”. Orang yang mengucapkan kalimat berkat ini pada hari raya Imlek akan mengepalkan dan merapatkan kedua tangannya di depan dada sambil digoyang-goyangkan ke depan belakang.

Bagi-Bagi Angpao saat Imlek

seorang anak kecil menggunakan baju cheongsam merah sambil memegang dua buah angpaomymodernmet.com

Bicara soal Imlek sangat identik dengan angpao. Inilah momen yang paling ditunggu oleh anak-anak dan juga dewasa yang belum menikah karena mereka akan mendapatkan angpao berisi sejumlah uang dari orang yang lebih tua dan sudah menikah. Filosofi pemberian angpao pada hari raya Imlek ini adalah saling berbagi rezeki.

Biasanya, angpao yang diberikan berwarna merah sesuai dengan warna yang identik dengan Imlek. Nominal uang yang diberikan pun tidak sembarangan, lho! Angka empat dan bilangan ganjil harus dihindari. Pasalnya, kedua jenis angka tersebut dipercaya akan membawa malapetaka.

Hari Raya Imlek Harus Serba Merah

sebuah kelenteng dengan ratusan lampion merah yang menyalanationalgeographic.com

Orang Tionghoa memercayai bahwa warna merah akan mendatangkan rezeki dan keberuntungan. Oleh karena itu, tidak heran kalau pada perayaan Imlek orang-orang Tionghoa menggunakan ornamen yang serba merah, mulai dari pakaian, aksesoris rambut, amplop angpao, lentera atau lampion, makanan, hingga dekorasi rumah. Namun, selain warna merah, warna emas juga sering ditemui dalam perayaan Imlek karena memiliki makna yang serupa.

Imlek Diramaikan dengan Petasan dan Barongsai

pertunjukan tiga barongsai warna putih ungu dan kuning pada hari raya imlekflickr.com

Tidak ada seorang pun yang mau menyambut tahun baru dengan nasib malapetaka. Itulah alasan mengapa ada banyak tradisi bagi orang Tionghoa untuk mengusir roh jahat yang membawa nasib buruk pada perayaan Imlek. Orang Tionghoa memiliki caranya sendiri untuk mengusir roh jahat.

Tradisi yang paling umum dilakukan untuk mengusir roh jahat pada saat Imlek adalah membakar petasan yang memiliki suara ledakan keras. Dengan demikian, roh jahat akan menjauh dan pergi. Ada juga tradisi barongsai yang mungkin sering kamu lihat di beberapa pusat perbelanjaan pada saat Imlek. Mahkhluk yang menyerupai singa ini membuat roh jahat ketakutan. Biasanya, barongsai menari dengan diiringi alunan musik keras dan meriah.

Tidak Boleh Bersih-Bersih Saat Imlek

peralatan rumah tangga berupa pel sapu dan pengki sebagai pantangan pada hari raya imlekpixabay.com

Fakta menarik lainnya mengenai perayaan Imlek adalah masyarakat keturunan Tionghoa tidak diperbolehkan melakukan kegiatan bersih-bersih pada saat hari raya Imlek, baik membersihkan rumah dengan alat kebersihan, seperti sapu dan pel, maupun membersihkan diri sendiri. Menyapu rumah saat perayaan Imlek dipercaya akan mengusir keberuntungan yang datang. Tak hanya itu, berkeramas saat Imlek juga berarti mengusir keberuntungan untuk diri sendiri.

Oleh karena itu, biasanya masyarakat keturunan Tionghoa a kan bergotong royong membersihkan rumah sehari sebelum Imlek. Dengan demikian, rumah pun jadi punya ruang yang bersih untuk menyambut keluarga yang datang saat Imlek. Masing-masing orang juga akan mandi atau keramas sehari sebelum Imlek.

Ritual Buang Sial Sebelum Imlek

seorang tukang salon sedang menggunting rambut seorang perempuanpixabay.com

Biasanya, beberapa minggu sebelum Imlek salon-salon akan dipenuhi oleh masyarakat keturunan Tionghoa yang ingin potong rambut. Potong rambut ini dilakukan bukan hanya untuk memperbaiki penampilan saja, tapi masyarakat Tionghoa percaya dengan memotong rambut sebelum Imlek berarti mereka sudah membuang semua nasib buruk yang mengikuti selama setahun terakhir.

Makanan Wajib pada Perayaan Imlek

kue keranjang jeruk angpao dan bunga sakura di atas kain merah untuk imlekmasakapahariini.com

Apalah artinya sebuah perayaan Imlek tanpa makanan khas Imlek. Pada perayaan Imlek ini ada sejumlah makanan yang wajib ada dan semuanya memiliki makna khususnya masing-masing. Di antaranya ada mie goreng yang melambangkan umur panjang, ikan bandeng sebagai pelicin urusan bisnis, dan aneka hidangan babi untuk mengusir rasa malas.

Ada juga hidangan manis pada saat Imlek berupa lapis legit agar rezekinya berlapis, kue mangkok untuk rezeki yang bermekaran, dan kue keranjang untuk kehidupan yang manis. Sementara itu, buah yang wajib ada saat Imlek adalah jeruk bertangkai yang melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan.

Setelah mengetahui delapan fakta menarik soal Imlek di atas, sekarang kamu tidak hanya sekedar merayakan saja, tapi juga sudah berbekal pengetahuan mengenai Imlek itu sendiri. Semoga Imlek kali ini menjadi lebih bermakna untukmu dan keluarga. Selamat merayakan tahun baru Imlek!

article_cicilan_0_percent
Voucher Dekohouse