Apa itu High Rise Building? Kenali 7 Karakteristiknya

Artikel ini dibuat oleh tim konten Dekoruma. Setiap hari, kami menerbitkan cerita mengenai rumah, ikuti di sini.

Memahami Ciri Khas High Rise Building

Secara harfiah, high rise building memang dapat diartikan sebagai bangunan gedung yang tinggi. Meskipun dibangun dengan sejumlah lantai, tapi tak semua gedung tinggi masuk ke dalam kategori high rise building, lho! Hal ini karena terdapat beberapa karakteristik terkait kategori high rise building.

Nah, pada artikel ini, Kania akan membahas tujuh karakteristik yang harus dimiliki oleh bangunan gedung yang tinggi agar dapat diklasifikasikan ke dalam kategori high rise building. Penasaran apa saja? Yuk, langsung saja simak ulasan di bawah ini!

Ketinggian High Rise Building

beberapa gedung high rise building di tengah perkotaancanva.com

Sebuah bangunan yang tinggi dapat dimasukkan ke dalam kategori high rise building, apabila bangunan tersebut memiliki ketinggian dengan minimal 23 meter atau terdiri dari enam lantai. Di kota-kota besar seperti Jakarta, kamu sangat mudah menemukan high rise building yang biasanya difungsikan sebagai hotel, apartemen, hingga pusat perkantoran.

Luas Lantai High Rise Building

gambar gedung-gedung bertingkat high rise buildingconstructionreviewonline.com

Selain memiliki ketinggian minimum, high rise building juga memiliki luas tapak yang tergolong kecil, yakni sekiar 750 hingga 1.500 meter persegi saja. Oleh karena itu, high rise building banyak dibangun di kawasan perkotaan yang memang memiliki keterbatasan lahan. Selain itu, high rise building pun memiliki karakteristik bentuk vertikal untuk menghemat penggunaan lahan.

Struktur High Rise Building

model gedung high rise building yang unikwired.com

Dalam pembangunannya, rancangan struktur dari high rise building juga harus diperhitungkan secara matang agar tahan terhadap berbagai potensi kerusakan akibat gempa bumi dan risiko pergerakan tanah. Setidaknya, saat ini terdapat tiga struktur yang kerap diaplikasikan pada high rise building, diantaranya adalah bearing wall system, open frame dan flat slab.

Proses Pembangunan High Rise Building

gedung high rise building dengan latar langit biruairfixture.com

Kebanyakan high rise building memiliki tipikal bentuk yang lurus ke atas. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses perencanaan dan pembuatan struktur bangunan high rise building itu sendiri. Tak hanya itu, proses pembuatan high rise building pun memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi karena melibatkan banyak pihak dari berbagai displin ilmu, memerlukan durasi yang panjang, hingga menganalisis dampak lingkungan apa saja yang mungkin ditimbulkan.

Sistem Aerodinamika pada High Rise Building

tampak gedung high rise building dari bagian bawahairfixture.com

Umumnya, high rise building mengadopsi sistem aerodinamika karena berhubungan langsung dengan pergerakan udara. Hal ini dikarenakan struktur bangunan high rise building berupa benda padat yang akan berkenaan langsung dengan udara, maka sistem dari salah satu cabang dinamika ini pun kerap digunakan karena dapat meminimalisir adanya guncangan dari gempa bumi ataupun tiupan angin meskipun high rises building dibangun dalam ketinggian yang fantastis.

Pasokan Material dan Energi High Rise Building

foto high rise building dari bagian bawah dengan cahaya sinar mataharipmengineer.com

Saat melihat struktur tinggi yang diadopsi oleh high rise building, mungkin kamu bisa langsung membayangkan berapa jumlah pasokan material yang digunakan saat proses pembangunannya. Tak hanya itu, high rise building juga biasanya digunakan untuk berbagai keperluan mulai dari hunian, pusat bisnis, hingga pusat hiburan sehingga pasokan energi harian yang digunakan sangatlah tinggi.

Nilai Arsitektur High Rise Building

model high rise building dengan nuansa alamstraitstimes.com

Meskipun high rise building memiliki karakteristik desain bangunan yang vertikal, tapi saat ini juga ada beberapa high rise building yang memiliki karakter desain arsitektur bernilai tinggi sebagai identitas tersendiri. Biasanya, hal ini bertujuan untuk mewakili cita rasa dari sang arsitek.

Saat ini, high rise building pun tak hanya dibangun dengan desain unik dan menonjol saja sebab banyak juga high rise building yang dibangun dengan rancangan dan material ramah lingkungan, seperti memanfaatkan bukaan jendela agar mendapatkan sinar matahari langsung sebagai sumber cahaya dan udara sebagai penyejuk ruangan. Hal ini pun dinilai sangat efektif dalam menghemat penggunaan energi.

Nah, setelah melihat ulasan di atas diharapkan kamu bisa membedakan mana bangunan yang termasuk high rise building dan mana yang bukan. Sebagai informasi tambahan, ketujuh karakteristik di atas banyak diadopsi oleh kebanyakan high rise building di berbagai negara, lho!

Jangan lupa, simak terus informasi menarik lainnya tentang arsitektur ataupun desain interior yang akan Kania bagikan setiap hari melalui Dekoruma. Selain itu, Dekoruma juga menyediakan produk furnitur dan peralatan rumah tangga dengan beragam model. Yuk, langsung saja kepoin Dekoruma!

article_cicilan_0_percent
Voucher Dekohouse