2
Filter
Sort
Apartemen
Apartemen Dijual di Tangerang Selatan
Eksplor properti dijual dengan harga terbaik
Apartemen Dijual di Area Tangerang Selatan

Keuntungan Membeli Rumah Dijual di Tangerang Selatan

Sejak hampir satu dekade terakhir, kawasan Tangerang Selatan menjadi kawasan favorit para pencari properti baru dan rumah dijual. Lokasi yang merupakan kawasan satelit Jakarta, transportasi yang prima, dan beragam pilihan produk rumah dijual di Tangerang Selatan menjadi magnet bagi para pencari hunian. 

Didominasi produk rumah dijual pengembang-pengembang besar, Tangerang Selatan tak hanya diminati mereka yang tak lagi mampu membeli rumah di Jakarta, tetapi bagi pencari rumah dijual dengan konsep unik dan menawarkan gaya hidup yang lebih sehat.

Lantas, apa daya tarik produk rumah dijual di Tangerang Selatan? Berikut uraiannya. 

Dikuasai Pengembang Besar

Berbeda dengan kawasan lain yang banyak diisi perumahan swadaya, sekitar 60% dari total luas 147,2 kilometer persegi kota Tangerang Selatan dikuasai pengembang properti yang menawarkan aneka rumah dijual untuk membidik kelas menengah hingga atas. Sebut saja Sinar Mas Land yang mengembangkan BSD City yang merupakan proyek kota terencana dengan total luas lahan terbesar di Indonesia, yaitu sebesar 6.000 hektar.

Di samping itu, ada beberapa proyek besar lain yang membesut proyek rumah dijual di Tangerang Selatan, sebut saja Bintaro Jaya dan Alam Sutera.  Namun, mulai terbatasnya lahan di Tangerang Selatan dan tingginya harga rumah dijual di kawasan itu, membuat perkembangan properti mulai beralih ke bagian barat, yakni kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang. 

Pengembang besar yang bermain di Tangerang Selatan, membuat kawasan ini makin diminati. Namun di sisi lain, harga rumah dijual di Tangerang Selatan mengalami eskalasi yang signifikan—kalau tidak bisa disebut “digoreng”. 

Lokasi dan Aksesibilitas

Tangerang Selatan merupakan wilayah yang cukup strategis, mudah dijangkau dari pusat kota Jakarta, serta memiliki fasilitas transportasi publik yang memadai. Soal aksesibilitas, Tangerang terkoneksi dengan Jakarta melalui jaringan commuter line

Selain itu, jalan tol Jakarta – Merak dan JORR (Jakarta Outer Ring Road) juga menjadi salah satu akses penting di wilayah ini. Tak hanya itu, ruas tol Serpong – Balaraja akan menyambungkan tol Ulujami – Serpong Kota Tangerang Selatan dengan Kabupaten Tangerang. Ruas tol yang ditargetkan rampung tahun 2021 ini dipercaya bakal menjadi daya tarik tambahan bagi properti dan rumah dijual di wilayah ini. 

Fasilitas yang Lengkap

Tak dapat dipungkiri, Tangerang Selatan telah menjelma menjadi kota mandiri yang super lengkap. Di sini, penghuni tak harus mencari kebutuhan hidup di Jakarta atau wilayah lain, karena Tangerang Selatan memiliki bermacam sarana dan fasilitas, mulai pendidikan, kesehatan, pusat perbelanjaan, bisnis, hingga hiburan. Bahkan, jika dibandingkan kawasan penyangga Jakarta lain, Tangerang Selatan bisa dibilang kawasan yang paling dahulu berkembang dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Jabodetabek.

Berkembangnya perekonomian di Kota Tangerang Selatan terutama pada sektor perdagangan, jasa dan properti dapat dikatakan sangat pesat. Wilayah ini mempunyai fasilitas perkotaan yang lengkap, yang dikembangkan para developer besar untuk melengkapi produk-produk rumah dijual di wilayah tersebut.

Maka dari itu, tidak heran jika untuk saat ini sudah terlihat barisan pusat bisnis dan pusat perbelanjaan berkelas internasional mulai menghiasi jalan-jalan protokol di Kota Tangerang Selatan. Beberapa dari developer asing pun mulai merealisasikan pembangunan properti, seperti apartemen atau rumah dijual, hingga kebutuhan komersial yang memacu pertumbuhan ekonomi.

Di sektor pendidikan, kawasan Tangerang Selatan dibanjiri kehadiran sekitar 20 perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Indonesia (ITI), Swiss German University (SGU), BINUS, STIE Multimedia Nusantara, Prasetiya Mulya, dan lain-lain. Fasilitas ini pun menjadi daya tarik bagi proyek rumah dijual di sekitarnya. 

Harga Rumah Dijual Lebih Terjangkau

Bisnis properti di Tangerang Selatan sempat mengalami booming di sekitar tahun 2012 – 2014. Di rentang waktu tersebut, harga rumah dijual bisa naik secara signifikan dalam waktu singkat. Bahkan, sulit menemukan harga rumah dijual di bawah Rp 1 miliar di saat seller’s market tersebut. 

Sejak 2015, saat siklus pasar properti berputar, para pengembang mulai kesulitan menawarkan rumah dijual. Tingkat permintaan mulai menurun dan harga rumah dijual mulai terkoreksi. Sebagian rumah dijual dengan harga tinggi (overpriced) mulai sulit mencari pasar. Para investor pun terlihat mengerem pembelian, dan pasar rumah dijual di Tangerang Selatan mulai “dikuasai” para pengguna akhir atau end user.

Dari sini, pasar rumah dijual pengembang kembali “ke dunia nyata”. Pengembang mulai memasarkan rumah dengan harga di bawah Rp 1 miliar, untuk menyesuaikan produk dengan kantong para pembeli. Beberapa tahun belakangan, mulai banyak terlihat rumah dijual dengan kisaran harga jual antara Rp 400 juta hingga Rp 1 miliar. Pembelinya kebanyakan end user berusia muda (generasi milenial) dan keluarga muda.

Untuk menyesuaikan harga dengan produk, para pengembang pun berinovasi dengan menyediakan produk rumah dijual yang lebih terjangkau daya beli masyarakat. Untuk itu, pengembang memangkas luas tanah rumah dijual menjadi lebih kecil. Dengan luasan tanah sekitar 60 meter persegi, PT Paramount Land menawarkan rumah dua lantai dengan harga Rp 700 jutaan di kawasan perumahan Gading Serpong. Trik yang sama juga terlihat dilakukan oleh Sinar Mas Land yang menawarkan rumah dijual seharga Rp 900 jutaan di cluster Savia Park, BSD City.

Di saat buyer’s market (pasar pembeli) seperti sekarang ini—ditambah dengan krisis akibat pandemi COVID-19—beberapa pengembang di Tangerang Selatan menawarkan promosi untuk rumah dijual. Tentu ini merupakan kesempatan emas bagi konsumen untuk mendapatkan rumah impian dengan harga miring, dan aneka promo dan gimmick menarik.  

Terpengaruh COVID-19

Di kuartal pertama 2020, pasar perumahan primer di Tangerang (Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang) terlihat mulai terdampak wabah COVID-19 secara signifikan. Menurut hasil riset Indonesia Property Watch (IPW), pasar rumah dijual di Tangerang mengalami penurunan cukup tajam dari sisi jumlah unit maupun nilai penjualan dibandingkan kuartal terakhir 2019.

Sebenarnya sejak awal 2020, banyak pengembang di Tangerang mulai optimistis dengan menaikkan harga rumah dijual yang dibesutnya. Hal ini tergambar dengan kenaikan rata-rata harga jual yang naik sekitar 2,21%. 

Kendati demikian, imbuhnya, tren pasar rumah dijual yang sudah cukup baik di awal 2020 harus kembali terpuruk di pertengahan kuartal I-2020. Salah satu faktor utama penurunan ini diperkirakan karena dampak wabah COVID-19 yang membuat pasar merespon negatif.

IPW mencatat, nilai penjualan perumahan wilayah Tangerang di kuartal pertama 2020 merosot tajam, yakni sebesar 49,6%. Sementara penurunan unit rumah dijual yang terserap pasar di wilayah  Tangerang mencapai 49,3%.

Tidak hanya pasar investor rumah dijual yang memperlihatkan penurunan, pasar end-user yang diperkirakan berada di segmen harga murah pun mengalami penurunan sangat tinggi. Hal ini diperlihatkan dengan terjadinya penurunan yang sangat tinggi di segmen rumah dijual di bawah Rp 300 juta dan segmen rumah di atas Rp 1 miliar, masing-masing sebesar jatuh 62,4% dan 45,2%. Sedangkan segmen rumah dijual Rp 300 juta – Rp 500 juta menurun 32,5% dan segmen rumah dijual Rp 500 juta – Rp 1 miliar turun 15,0%.

Baca Selengkapnya
Copyright © 2020
PT Pindaruma Casa Sentosa