×PESTA CASHBACK DEKORUMA HINGGA 1 JUTA!

Tampilkan hasil untuk:

Brand:

Warna:


Inilah Sepuluh Hal yang Harus Anda Perhatikan Saat Memilih Tempat Tidur Bayi!

Kelahiran si buah hati adalah momentum yang paling ditunggu. Apalagi, jika kehadirannya adalah yang pertama dalam sebuah keluarga. Tidak heran, jika untuk mempersiapkannya saja, para orang tua rasanya rela mengeluarkan bujet berlebih untuk membeli beragam jenis persiapan. Salah satunya, yakni tempat tidur bayi.

Adapun tempat tidur bayi rasanya penting; mengingat bayi yang baru lahir akan menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat tidur. Memilih tempat tidur untuk sang buah hati; pada kenyataannya haruslah sebanding dengan kualitas dan keselamatannya. Tidak mungkin kan sang buah hati berjejal-jejal di tempat tidur queen Anda? Ketika si bayi dapat tertidur dengan nyaman, secara tidak langsung hal ini juga bisa memberikan waktu yang banyak bagi orang tua.

Di tengah beragamnya produk box bayi yang tersedia di pasaran, penting untuk memastikan produk tempat tidur aman. Bukan tanpa sebab, banyak lho kasus bayi yang mengalami cedera akibat terjatuh dari tempat tidur; hingga keracunan akibat material berbahaya yang ada pada temapt tidur. Artikel ini sendiri akan membahas seputar cara memilih tempat tidur maupun box bayi yang aman, tanpa harus melupakan bentuk atau nilai estetisnya.

Mempertimbangkan Box Bayi

Sebelum memilih tempat tidur bayi yang aman, perlu diperhitungkan fungsi dan kebutuhan Anda akan box bayi. Beberapa pertanyaan yang harus dijawab: apakah bayi akan tidur bersama Anda hingga mandiri? Atau justru ditempatkan saja di ranjangnya sejak lahir?  

Bayi Tidur dengan Orang Tua

Sebenarnya, bayi yang tidur dengan orang tua adalah kondisi yang lazim ditemui di Indonesia. Manfaatnya jelas beragam, seperti halnya bayi yang akan termonitor dengan baik, sehingga apa pun kondisinya, orang tua dapat memenuhi kebutuhan bayi dengan cepat (mengganti popok, menyusui, menggendong, dsb). Kendati demikian, ada satu risiko yang berbahaya bagi bayi–misalnya, dengan tidur bersama orang tua, bagian tubuh bayi rentan terjepit atau tertindih.

Untuk menanggulangi risiko tersebut, ada baiknya pilih tempat tidur khusus bayi–biasanya disajikan tanpa kaki–yang pada akhrinya dapat diletakkan di tengah kasur orang tua. Dengan begitu, kenyamanan bayi tetap jadi yang utama–sekaligus bayi akan mendapatkan kehangatan dari kedua orang tuanya. Cobalah untuk melakukan survei ke toko peralatan bayi; dan pilihlah jenis tersebut mulai dari matras biasa, matras berkelambu, atau bahkan: matras yang dilengkapi dengan permainan.

Bayi Tidur Terpisah dari Orang Tua

Kondisi ini, pada umumnya berlaku pada jenis keluarga Barat. Tidak dapat ditampik, banyak orang tua memilih bayi mereka ditempatkan di ruang terpisah. Adapun keuntungannya; jelas terlihat pada upaya menjadikan si anak tumbuh dengan mandiri–sekaligus menciptakan waktu tidur berkualitas bagi orang tuanya.

Untuk terus mengontrol anak mereka, biasanya terdapat alat monitor bayi di kamar mereka. Ketika bayi menangis, maka orang tua dapat mendengarnya dan melakukan tindakan langsung. Sayang, cara ini juga tidak begitu baik–mengingat adanya risiko Suddent Infant Death Syndrome (SIDS)–kematian bayi mendadak.

Meski tidak lazim ditemui di Indonesia, bagi para orang tua yang ingin melatih kemandirian anaknya sejak dini, bisa membeli box bayi namun tidak diletakkan di ruang terpisah; melainkan di tempat yang masih berada satu lokasi dengan orang tua. Nah, untuk mewujudkannya, penting untuk memastikan keselamatan dan keamanan si kecil, semisal denagn membersihkan kamar rutin dan menjaganya dari paparan rokok, alkohol, maupun obat-obatan.

Pertimbangan Memilih Ranjang Bayi

Perkara membeli tempat tidur bayi memang gampang-gampang susah, tidak seperti memilih tempat tidur orang dewasa yakni hanya menentukan apakah menginginkan tempat tidur King, tempat tidur Queen atau cukup tempat tidur Single. Selain bentuk maupun motif yang apik, Anda juga harus memastikan keamanan dan kenyamanannya. Karenanya, berikut adalah beberapa pertimbangan dalam memilih ranjang bayi.

  1. Bahan

Entah itu tempat tidur bayi lipat atau tempat tidur bayi kayu, ada baiknya untuk memastikan ranjang bayi Anda telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Box bayi juga harus terbuat dari bahan stainless steel, dan bukan dari besi. Bagaimana pun, karakter dari besi dikhawatirkan berisiko karat, yang bukan hanya rentan rusak melainkan juga berbahaya bagi keselamatan si bayi.

Selain memastikan Anda membeli ranjang dengan ukuran yang sesuai dengan umur, jika perlu: belilah box bayi dalam kondisi baru. Memang, sih, box yang tidak memenuhi SNI atau dibeli secara bekas memiliki harga yang sedikit miring. Namun, Anda tidak ingin, kan semua hal tersebut pada akhirnya berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan si kecil?

Adapun untuk memastikan kualitas bahan, periksa dengan rutin bau-baut yang menghubungkan ranjang bayi. Bagaimana pun, seluruhnya haruslah terpasang dengan kuat, terutama untuk mencegah risiko ranjang terlepas dengan sendirinya akibat aktivitas si kecil.

  1. Bentuk

Karena dikhususkan untuk bayi, disarankan memilih box bayi yang tidak memiliki pintu tarik atau justru bagian samping yang bisa dibuka. Suatu saat nanti, ketika perkembangan tubuh bayi sudah mulai meningkat, hal ini bisa mencegahnya “membuka” box sendiri yang berisiko bagi keselamatannya.

Pastikan pula kondisi tempat tidur bayi dapat diekspansi. Ini artinya, ranjang tersebut dapat diubah dan disesuaikan denagn usia bayi. Pada saat yang sama, hal ini juga akan menghemat biaya Anda, sebab Anda tidak perlu lagi memperbarui ranjang bayi–sekalipun si kecil sudah besar.

  1. Fitur dan Model

Beberapa fitur dan model yang harus ada pada ranjang bayi, antara lain:

  • Kaki beroda. Tujuannya untuk memudahkan para orang tua dalam memindahkan ranjang bayi. Pastikan “kaki” tersebut memiliki pengunci yang kuat, agar ranjang bayi tidak mudah bergulir dengan sendirinya.
  • Storage. Dapat digunakan untuk menyimpan aneka perlengkapan bayi dengan cepat, seperti halnya selimut, popok, mainan, dan masih banyak lagi.
  • Kondisi dinding yang empuk. Hal ini penting, terutama untuk menjaga keamanan dan risiko bayi terantuk tempat tidurnya sendiri. Namun, jika Anda telanjur membeli tempat tidur berbahan kayu, ada baiknya untuk melapisi dindingnya dengan bantal maupun guling.

      4. Matras atau Kasur

Seorang bayi tidak dapat mengontrol kapan ia harus buang air atau justru muntah. Karenanya, pilihlah kasur berkualitas baik sekaligus tahan air. Adapun matras khusus bayi biasanya kokoh dan keras–terutama untuk mencegah risiko SIDS sekaligus menopang tulang punggung si kecil.

  1. Aksesori Lain

Untuk melindungi bayi dari gigitan nyamuk atau justru paparan debu, pilihlah tempat tidur bayi kelambu. Biasanya, kelampu yang baik memiliki ukuran panjang yang melebihi box bayi.

Itulah beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan saat memilih box bayi. Semoga bermanfaat!

Catatan:

  • Jarak jeruji ranjang yang aman adalah kurang dari enam sentimeter. Tujuannya, untuk menghindarkan risiko bayi terjepit pada jeruji.
  • Pilih alas yang dapat diganti dan dibersihkan dengan mudah. Ingatlah, bayi tidak dapat mengontrol kapan ia harus buang air atau justru muntah.
  • Hindari tempat tidur yang mengandung bahan-bahan beracun. Ini dapat berupa material cat, atau justru bahan besi.
  • Jangan meletakkan ranjang bayi tepat di sebelah jendela. Sedini mungkin, hindari risiko bayi tertimpa besi yang menopang tirai, juga risiko leher terlilit tirai.
  • Pertimbangan memilih box bayi yang tepat tidak berada pada bentuk atau desainnya yang menarik dan lucu. Alih-alih berfokus pada pemilihan tempat tidur bayi minimalis atau tempat tidur bayi portable, pilihlah ranjang bayi yang berkualitas, yang mampu menunjang pertumbuhan si kecil dengan lebih baik.
Top 10 Categories Furnishing
Top 7 Brands Elektronik